Home  /  Berita  /  Padang

Pemko Padang Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan Cegah COVID-19

Pemko Padang Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan Cegah COVID-19
Kepala BPBD Kota Padang Barlius. (Antara/Pratiwi Tamela)
Senin, 07 September 2020 22:21 WIB
PADANG - Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan memperketat pengawasan protokol kesehatan terhadap masyarakat untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kepala BPBD Kota Padang Barlius, di Padang, Senin, mengatakan pihaknya akan segera membahas terkait teknis pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan COVID-19 di Kota Padang yang kembali diperketat.

"Nanti malam kita akan mengadakan rapat bersama pihak pemangku kepentingan lainnya, terkait teknis pelaksanaannya seperti apa," kata dia.

Selain itu, Barlius juga mengatakan sampai saat ini belum ada larangan penutupan tempat-tempat yang memicu terjadinya kerumunan seperti objek wisata, pasar, dan tempat lainnya.

"Terkait peraturan tersebut kita tunggu hasil keputusan rapat yang digelar malam nanti, seperti apa gambarannya ke depan, karena saya belum bisa memutuskan," kata dia.

Kendati demikian, ia mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19 sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan wali kota (Perwako) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi COVID-19.

"Tetap memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan," kata dia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat penambahan 88 kasus positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan laboratorium Unand pada Ahad (6/9).

"Peningkatan jumlah kasus hingga 88 kasus tersebut karena intensifnya penelusuran riwayat kontak dengan pasien positif untuk kemudian dilakukan tes usap," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang, Ahad malam.

Menurut dia, dalam beberapa hari terakhir temuan kasus positif di Padang cukup tinggi hingga 50 orang kemudian pihaknya melakukan penelusuran riwayat kontak pasien terutama keluarga dan teman kantor.

"Misalnya, ada satu orang positif, ternyata menularkan ke hingga empat orang anggota keluarga dan saat dicek ke rekan kantor yang bersangkutan juga banyak yang tertular," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pemerintahan, Kesehatan, Sumatera Barat, Padang

wwwwww