Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pemerintah Diharap Gandeng Arsitek dalam Membangun Rumah Rakyat

Pemerintah Diharap Gandeng Arsitek dalam Membangun Rumah Rakyat
Senin, 07 September 2020 12:16 WIB

JAKARTA - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menggali aspirasi mengenai kondisi, peluang, dan tantangan ekonomi kreatif, serta saran dan rekomendasi penguatan ekonomi kreatif, baik di tengah pandemi maupun pasca pandemi Covid-19.

Rapat yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (7/9/2020) dan disiarkan secara langsung via virtual itu, berdasarkan data kehumasan DPR RI turut mengundang, Subiakto (Praktisi Branding), Ketut Rana Wiarcha (Ikatan Arsitek Indonesia), Pimpinan Penerbit Gramedia, Riza Zacharias (Penerbit Syamil Bandung), Anggun Agendari (Desain Komunikasi Visual), Harry Reinaldi (Fotografi/Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia), dan Galiy Rangga (Desain Sepatu GR. Company).

Dalam rapat tersebut, Ketut Rana Wiarcha, menyoroti program rumah Rakyat dari pemerintah yang Ia sebut tak cukup baik dari segi arsitektur. Dirinya, tak menemukan dari pemberitaan yang ada, siapa yang menjadi penanggungjawab arsitektur perumahan rakyat. Padahal, ada juga dari rumah tersebut yang kemudian mengalami kerusakan seperti atap yang rubuh meski tanpa terpaan hujan maupun angin kencang.

Karenanya, kata Ketut Rana, "kami mendorong pemerintah untuk menggandeng arsitek lokal dalam mempersiapkan rancang bangun perumahan rakyat,".

Di tengah pandemi yang masih berlanjut, Ia mengungkapkan, desain arsitektur yang tepat sebenarnya juga bisa berkontribusi dalam mencegah penyebaran virus Covid19. "Misalnya melalui rekayasa sirkulasi udara yang dirancang sedemikian rupa,". 

Dari segi bisnis, kata dia, dibutuhkan suatu Big data nasional mengenai dunia arsitektur yang mencakup jumlah arsitek tersedia dan penetrasinya, serta peluang-peluang program pembangunan bagian di dalam dan di luar negeri.

Kaitannya dengan ekonomi kreatif, arsitektur punya peranan penting selain dengan menujukkan kekhasan dan keunikan dari produk rancang bangunnya, juga dengan sebuah rancang bangun yang mencakup dukungan terhadap perkembangan ekonomi kreatif dan bahkan industri kreatif di daerah tertentu.

Dari segi dampak pandemi terhadap dunia arsitektur, Ketut Rana mengakui dampak ekonomi secara umum memang berpengaruh pada bisnis arsitektur. Belum lagi, kebijakan physical distancing turut menjadi penghambat bagi arsitek dalam mendapatkan proyek.

"Bagaimana calon klien mau mempercayakan kepada seorang arsitek jika bertemu saja belum? Yang seperti ini kan harus ketemu dulu. Kalau pengerjaannya-setelah proyek didapat, kami sudah biasa bekerja dari rumah (work from home)," kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, GoNews Group

wwwwww