Home  /  Berita  /  Limapuluh Kota

Bacabup Limapuluh Kota M Rahmad Belum Terima Hasil Resmi Tes COVID-19

Bacabup Limapuluh Kota M Rahmad Belum Terima Hasil Resmi Tes COVID-19
Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, M. Rahmad-Asyirwan Yunus saat mendaftar ke KPU. (Antarasumbar/Akmal Saputra)
Senin, 07 September 2020 20:47 WIB
SARILAMAK - Meski kabar beredar bahwa salah satu Bakal Calon Bupati (Bacabup) Limapuluh Kota M. Rahmad positif terjangkit COVID-19, namun yang bersangkutan sampai dengan Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB belum menerima hasil resminya.

"Pagi ini kami membaca di media sosial dan media online, bahwa kami dinyatakan positif COVID-19. Kabarnya berdasarkan hasil uji Labor Universitas Andalas (Unand) Padang. Terus terang, kami belum bisa memberikan jawaban apapun karena kami sendiri belum menerima hasil resmi pemeriksanaan. Kami juga belum menerima informasi apapun dari Dinas Kesehatan atau KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota," jelas M Rahmad dalam siaran pers tertulisnya di Sarilamak, Senin.

Ia menambahkan pada Sabtu (5/9) bersama pasangannya di Pilkada Asyirwan Yunus dan partai koalisi Gerindra, PKB, Hanura, Gelora, PBB, serta sejumlah tokoh kabupaten dan nasional, mendaftar ikut pilkada ke KPU Kabupaten Limapuluh Kota.

"Sesuai protokol yang ditetapkan KPU, sebelum pendaftaran, kami harus negatif COVID-19 yang dibuktikan hasil tes usap atau PCR. Dan kami membawanya, bukti negatif itu kami peroleh dari hasil tes usap atau PCR di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta pada 31 Agustus 2020 yang hasilnya kami terima 2 September 2020," terangnya.

Sedangkan pada Minggu (6/9) sekitar pukul 14.30 WIB atas arahan KPU Kabupaten Lima Puluh Kota, bersama Asyirwan Yunus, ia melakukan tes usap ke Labor Unand yang juga dihadiri calon Kepala Daerah dari Pasaman Barat.

"Kami hanya menyayangkan informasi yang beredar. Kami sendiri belum menerima hasil apapun dari pihak terkait. Jika seandainya informasi itu benar, tentu itu sangat disayangkan bila publik lebih dahulu mengetahui dari yang bersangkutan," sebutnya.

Dari segi etika dan kode etik kedokteran serta etika penyampaian informasi ke publik oleh Aparatur Pemerintah, tentu tidak dapat dibenarkan.

"Mari kita sama sama melakukan koreksi diri untuk memperbaiki tatacara dan sistem penyampaian informasi kepada publik. Namun saya berharap, informasi yang sudah beredar di media sosial dan media online adalah informasi yang tidak bersumber dari Labor Unand dan KPU Limapuluh Kota," jelasnya.

Untuk saat ini, ia mengaku tidak merasakan apa-apa dan dalam kondisi fisik yang terasa biasa saja dan tidak ada batuk, tidak ada sesak nafas, tidak ada demam, suhu tubuh normal.

"Namun kami akan tetap melakukan isolasi mandiri dan akan melakukan tes usap kembali di Jakarta sambil menunggu hasil dari Labor Unand," kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Politik, Kesehatan, Sumatera Barat, Limapuluh Kota
wwwwww