Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
24 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
2
Resesi Sosial
Opini
22 jam yang lalu
Resesi Sosial
3
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
4
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Peristiwa
7 jam yang lalu
Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
5
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenkop UKM masih Kejar 2 Juta Pelaku UKM Lagi
6
Ketua MPR Ajak Mahasiswa Pascasarjana USU Bantu Pecahkan Persoalan Bangsa
Politik
22 jam yang lalu
Ketua MPR Ajak Mahasiswa Pascasarjana USU Bantu Pecahkan Persoalan Bangsa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Amerika Memanas, Puluhan Orang Pengunjuk Rasa Ditangkap

Amerika Memanas, Puluhan Orang Pengunjuk Rasa Ditangkap
Foto: Ist./AP/Berger
Senin, 07 September 2020 07:03 WIB

OREGON – Unjuk rasa hari ke-100 kematian George Floyd di Ventura Park, Amerika Serikat pada Sabtu (5/9/2020) malam, berujung bentrok dan pembakaran. 50 orang ditangkap polisi di wilayah Portland, Oregon.

"Jelas bahwa massa bukanlah protes damai," kata polisi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (7/9/2020).

Sebagai pengingat, George adalah warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi pafa Mei lalu. Kematiannya menimbulkan demo anti diskriminasi pada warga kulit hitam di AS.

Kondisi sejumlah kota di negara bagian AS memang 'panas' sejak dua pekan lalu. Penembakan yang kembali dilakukan polisi ke warga kulit hitam bernama Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin, memicu amarah.

Warga Kenosha yang melihat penembakan dari video turun ke jalan dan berdemo. Saat protes terjadi di hari ke-2, seorang remaja 17 tahun menembak dua orang hingga tewas dan melukai satu lainnya.

Demo berujung maut juga terjadi di Portland pekan lalu. Seorang pendukung kelompok sayap kanan ditembak dan dibunuh, kala bentrok massa pendukung Presiden AS Donald Trump dengan kelompok sayap kiri.

Sementara itu Jacob Blake yang telah sadar dari masa kritis memberi pengakuan kemarin. Dikutip dari Reuters, Ia mengabarkan kondisinya.

"Sungguh menyakitkan untuk bernapas, sakit untuk tidur, sakit untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lain, menyakitkan untuk makan," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Politik, Internasional, GoNews Group

wwwwww