Home  /  Berita  /  Politik

Gus Jazil: Cerdaslah Memilih Pemimpin, Nyoblos Cuma Satu Menit, Dampaknya 5 Tahun

Gus Jazil: Cerdaslah Memilih Pemimpin, Nyoblos Cuma Satu Menit, Dampaknya 5 Tahun
Jum'at, 04 September 2020 12:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

CIANJUR - Wakil Ketua MPR Ri, Jazilul Fawaid, mengingatkan masyarakat dan santri yang ada di Cianjur, Jawa Barat, agar hati-hati dalam menentukan pilihan di Pilkada serentak mendatang. 

Hal itu disampaikan Jazilul Fawaid saat bersilaturahmi sekaligus memberikan sosialisasi 4 Pilar MPR di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Khadijah yang saat ini diasuh oleh KH Muhammad Deni Ramdani, Kamis (3/9/2020).

"Kita harus cerdas dalam memilih pemimpin," ujarnya.

Alumni PMII itu menyebutkan dalam setiap kepemimpinan ada momentum untuk melakukan perubahan. Untuk itu dalam Pilkada yang akan datang, Gus Jazil sapaan akrab Jazilul Fawaid, mendorong agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas.

"Perlu diingat, ketika mencoblos, waktu yang dibutuhkan hanya 1 menit, namun dampaknya bisa sampai lima tahun," tandasnya.

Dihadapan ratusan santri dan masyarakat, Gus Jazil juga mengaku senang dan bahagia bisa bersilaturahmi langsung ke pesantren.

Karena baginya, pesantren adalah rumah keduanya. "Saya merasa berbahagia bisa bersilaturahmi ke pesantren ini. Nurul Hidayah berarti pancaran cahaya. Pancaran cahaya agar kita bisa menjadi baik. Berada di antara santri dan kiai merupakan hal yang biasa dan serasa di rumah sendiri," ungkapnya.

Sebagai alumni pesantren, Gus Jazil mengatakan, saat ini dirinya diberi amanah untuk menjadi Wakil Ketua MPR. Dikatakan salah satu tugas MPR adalah melakukan Sosialisasi 4 Pilar.

Dijelaskannya terbentuknya suatu negara adalah produk kesepakatan politik. "Para pendiri bangsa bersepakat untuk ber-Indonesia," tutur pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu.

Dalam kesekapatan ada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Inilah kesepakatan yang harus dijaga," tegasnya.

Ketika menyusun Pancasila, menurut Gus Jazil tidak mudah. Ada perdebatan yang panjang dan serius. "Merumuskan Pancasila tidak mudah dan gampang. Dari proses yang ada, tokoh-tokoh umat Islam bahkan rela menghapus 7 kata dari Piagam Jakarta. Pancasila merupakan hasil ijtihad dari para pendiri bangsa yang di antara mereka ada tokoh ummat Islam," tuturnya.

Jadi kata Gus Jazil, tidak ada alasan umat Islam menolak Pancasila. Justru seharusnya umat Islam menjaga warisan dari para tokoh umat Islam. 

"Untuk itu, saya mengajak kepada semua untuk menjaga kesepakatan-kesepakatan dari para pendiri bangsa tersebut," tandasnya.

Selama dua hari di Cianjur, Gus Jazil mengatakan kabupaten ini perlu peningkatan sumber daya manusia, artinya fasilitas dan akses pada sekolah masih sangat perlu ditingkatkan.

Sumber daya manusia yang ada belum maksimal, maka kreatifitas dan potensi yang ada belum tergarap sepenuhnya. "Potensi yang ada di sini belum maksimal karena sumber daya manusianya. Padahal potensi kabupaten ini sangat melimpah, banyak orang makan beras dari olahan petani Cianjur yang sangat terkenal enaknya," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Jazil juga didampingi anggota MPR Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa.***

Kategori:Peristiwa, Politik
wwwwww