Home  /  Berita  /  Pendidikan

Ingatkan Dampak Permanen Pandemi, Hetifah Minta Pagu Anggaran Kemendikbud Merujuk Rekomendasi Panja PJJ

Ingatkan Dampak Permanen Pandemi, Hetifah Minta Pagu Anggaran Kemendikbud Merujuk Rekomendasi Panja PJJ
Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Dok. Hetifah)
Kamis, 03 September 2020 20:01 WIB

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian, mengingatkan Kemendikbud agar penyusunan pagu anggaran Kemendikbud tahun 2021 merujuk pada rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Komisi X DPR RI telah menyerahkan rekomendasi panja pembelajaran jarak jauh yang merupakan destilasi masukan dari berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Rekomendasi ini kami harap dapat mewarnai program dan anggaran di tahun 2021," kata Hetifah dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) RI, di Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Penuhi Hak Anak menuju Indonesia Unggul, Hetifah Dukung Penguatan PAUD

Baca Juga: Hetifah Dorong Kematangan Sistem Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Ia menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 tidaklah main-main, dan dapat bersifat permanen. "Salah satunya adalah learning loss akibat pembelajaran jarak jauh yang tidak efektif,".

"Saya harap asesmen kompetensi dari Kemendikbud dapat memetakan ini, dan memitigasinya dengan program pembelajaran yang terdiferensiasi. Tidak dapat disamaratakan secara nasional, karena tingkat kehilangan pembelajarannya berbeda-beda," jelas Hetifah.

Baca Juga: Hetifah Dorong Kesejahteraan Pelaku Olahraga Nasional melalui Revisi UU SKN

Baca Juga: Kata Hetifah Tentang PJJ Hibrid

Lebih lanjut Hetifah mengapresiasi adanya penganggaran untuk digitalisasi sekolah. 

"Saya harap dalam jangka pendek ada solusi-solusi dari Kemendikbud untuk meningkatkan kualitas PJJ, mengingat kita belum tahu kapan Covid-19 akan berakhir. Baik melalui dana BOS ataupun sumber-sumber pembiayaan lain," ujarnya.

Ia mencontohkan, masih banyak sekolah-sekolah di daerah 3T yang membutuhkan lebih dari sekadar kuota gratis. 

"Banyak yang membutuhkan hotspot-hotspot di sekolah. Saya harap ini dapat difasilitasi di tahun anggaran mendatang," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam rapat membahas pagu anggaran Kemendikbud tahun 2202 yang dihadiri Hetifah secara virtual itu, Kemendikbud mengusulkan pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp81,53 T.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Pendidikan
wwwwww