Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Pendidikan
23 jam yang lalu
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
2
Terinfeksi Virus Corona, Bupati Berau Wafat di RS Pertamina
Kesehatan
17 jam yang lalu
Terinfeksi Virus Corona, Bupati Berau Wafat di RS Pertamina
3
DPR minta Cakada jadi 'Influencer' Protokol Kesehatan
Politik
22 jam yang lalu
DPR minta Cakada jadi Influencer Protokol Kesehatan
4
Junaidi Auly Tegaskan Ulama adalah Pemersatu Bangsa
Nasional
17 jam yang lalu
Junaidi Auly Tegaskan Ulama adalah Pemersatu Bangsa
5
Pemerintah dan DPR Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Kemendagri: Kita Semua Harus Sukseskan!
GoNews Group
20 jam yang lalu
Pemerintah dan DPR Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Kemendagri: Kita Semua Harus Sukseskan!
6
Bekal 10 Kali WTP, Puan Yakin DPR Mampu Jaga Kepercayaan Rakyat
Ekonomi
22 jam yang lalu
Bekal 10 Kali WTP, Puan Yakin DPR Mampu Jaga Kepercayaan Rakyat
Home  /  Berita  /  Politik

Agar Tak Terjadi 'Politik Dagang Sapi', Gus Jazil: Hindari Politik Uang saat Pilkada

Agar Tak Terjadi Politik Dagang Sapi, Gus Jazil: Hindari Politik Uang saat Pilkada
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (istimewa)
Rabu, 02 September 2020 22:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

CIANJUR - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengingatkan agar para Cakada yang akan bertarung pada bulan Desember 2020 mendatang, tidak tergoda politik uang.

Demikian diungkapkan Gus Jazil, sapaan akrabnya saat memberikan Saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (2/9/2020).

Pasalnya menurut Gus Jazil, praktik politik uang akan susah dihindari pada Pilkada langsung yang merupakan produk hasil dari Reformasi.

"Dalam demokrasi yang berkembang di Indonesia, selepas reformasi, rakyat diberi kesempatan yang besar dalam memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung. Demokrasi yang terbuka dengan menentukan pemenang lewat suara yang terbanyak jelas ada tantanganya," ujar Gus Jazil.

"Tantangan atau efek demokrasi terbuka itu adalah tumbuhnya politik uang," tandasnya.

Dalam aturan demokrasi lanjut Gus Jazil, politik uang masuk dalam kategori pasal penyuapan. "Demokrasi tak menghendaki cara-cara seperti itu," tegas politikus PKB itu.

Ia membandingkan politik uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp100.000 dengan masa jabatan kepala daerah yang jangka waktunya sampai lima tahun.

Hal-hal yang demikian menurutnya harus ditinggalkan. "Yang merusak dalam kehidupan perlu ditinggalkan. Intinya, pilkada ini jangan seperti dagang sapi atau seperti pasar malam," ungkapnya.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, itu menyebut di pasar malam antara orang baik, pencuri, tokoh agama, berbaur. Tidak jelas mana yang baik dan buruk berkumpul.

Untuk itu, Ia berharap tidak akan terjadi politik uang dan praktek-praktek dagang sapi dalam Pilkada mendatang. "Pilihlah pemimpin yang mempunyai visi dan misi. Kita juga berharap pilkada ini bisa berlangsung dengan damai," urainya.

Terlebih lagi, Pilkada Desember 2020, bisa jadi situasi pandemi Covid-19 masih menggejala. Untuk itu dalam setiap proses dan tahapan Pilkada yang ada, masyarakat, tim sukses, dan calon kepala daerah diharapkan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan. "Dengan mengikuti prokes, maka akan terhindar dari penularan Covid-19, tak ada politik uang dan dagang sapi serta berlangsung damai, itu harapan kita dalam Pilkada 2020," pungkas alumni PMII itu.***


wwwwww