Home  /  Berita  /  Politik

Cerita Saifullah Tamliha soal Jasa Idham Chalid dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR

Cerita Saifullah Tamliha soal Jasa Idham Chalid dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR
Jum'at, 28 Agustus 2020 13:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BOGOR - Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih dikenal dengan 4 Pilar MPR, dilakukan dengan beragam metoda. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR, Syaifullah Tamliha.

Tamliha yang juga Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini melakukan sosialisasi berbarengan dengan Hari Ulang Tahun (Haul) KH. Dr. Idham Chalid yang ke-98.

Sebagaimana diketahui, Idham Chalid merupakan pahlawan nasional. Banyak jabatan yang pernah dipegang oleh Idham Chalid. Pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo dan Kabinet Djuanda. Pernah menjadi Ketua Umum PBNU tahun 1956 hingga 1984 dan Ketua MPR/DPR Periode 1971-1977. Ia merupakan politisi PPP.

Sosialisasi dan peringatan haul diselenggarakan di Makam Idham Chalid yang berada di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (27/8). Hadir dalam kegiatan itu ratusan masyarakat Cisarua, mahasiswa PTIQ, pengurus GP Anshor dan Banser, serta rekan dan keluarga Idham Chalid.

"Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Bapak KH. Dr. Idham Chalid yang pernah menjadi Ketua MPR/DPR dan seorang pahlwan nasional," ujar Tamliha.

Tamliha berharap, kegiatan yang digelar mampu memberikan semangat kepada semua bahwa perjuangan itu tidak berhenti, terus menerus, dan istiqomah untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Kita juga ingin kegiatan ini dapat membangkitkan pemahaman kepada generasi muda tentang ketauladanan beliau sebagai Ketua Umum PBNU sekaligus negerawan yang pernah memimpin MPR," ujarnya.

Lebih lanjut, Tamliha juga menceritakan banyak kontribusi Idham Chalid dalam memperkuat Pancasila sebagai dasar negara. Termasuk adanya Eka Prasetya Pancakarsa merupakan salah satu kontribusi dari beliau.

"Kontribusi itulah yang membuat adanya P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)," tutur Tamliha.

Dalam forum sosialisasi itu, Tamliha juga mengingatkan kepada para peserta sosialisasi dan peringatan haul, agar jangan sampai ada masyarakat yang mengaku merasa paling agamis atau pancasilais.

"Hal demikian diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo saat membacakan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR," ujarnya.

Dijelaskan oleh Syaifullah Tamliha, antara agama dan Pancasila saling berhubungan. Mengamalkan nilai-nilai agama itu sebenarnya sudah melaksanakan Pancasila. "Jadi jangan dibenturkan antara agama dan Pancasila," tegasnya.***


wwwwww