Home  /  Berita  /  Umum

Setelah 3 Kali Menikah, Suharman Dikaruniai Anak Pertama Saat Berusia 75 Tahun

Setelah 3 Kali Menikah, Suharman Dikaruniai Anak Pertama Saat Berusia 75 Tahun
Suharman dan Paryanti bersama anak pertama mereka Herlambang Prastowo, di rumahnya, Kamis (27/8/2020). (priyo setyawan/sindonews)
Kamis, 27 Agustus 2020 20:37 WIB

SLEMAN - Suharman, warga Grogol Wetan Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, tak menyangka istrinya Paryanti bisa hamil dan melahirkan bayi mereka pada 24 Juni 2020.

Sebab, saat menikah pada Juni 2019 lalu, Suharman sudah berusia lanjut, yakni 74 tahun dan istrinya, Paryanti berumur 43 tahun. Jadi, Paryanti melahirkan pada usia 44 tahun, umur Suharman sudah 75 tahun. Bayi lelaki yang dilahirkan Paryanti diberi nama Herlambang Prastowo oleh Suharman.

''Saya tidak menyangka akan dikaruniai anak oleh Allah SWT karena usia saya sudah tidak muda lagi,'' aku Suharman, Kamis (27/8/2020), seperti dikutip dari Sindonews.com.

Suharman menceritakan sebelumnya dia sudah menikah dua kali, namun pernikahannya kandas. Setelah gagal dipernikahan keduanya, lantas mempersunting Paryanti.

Dua bulan menikah, istrinya memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas.

Saat diperiksa, dokter mengatakan kalau Paryanti sedang mengandung. Kabar tersebut tentu saja membuat keduanya berbahagia. Setelah menunggu sembilan bulan, akhirnya Paryanti melahirkan secara normal di RSUD Prambanan, pada 24 Juni 2020.

''Bayi saya lahir secara normal, dengan berat badan 2,9 kilogram. Saya sangat bahagia sekali, doa saya dikabulkan Allah SWT dengan memberikan anak,'' terangnya.

Menurut Suharman yang setiap harinya bekerja sebagai petani pisang ini, saat persalinan istrinya dia hanya mempunyai uang Rp300 ribu. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk membayar persalinan anaknya sekitar Rp5.130.000.

''Saat itu saya tidak punya uang yang cukup. Tapi alhamdulillah banyak dermawan dan masyarakat yang membantu saya untuk membayar biaya di rumah sakit,'' katanya.

Saat ini hari-hari pasangan suami istri ini penuh kebahagiaan dengan kelahiran anak pertama mereka. Namun karena ASI ibunya sudah tidak keluar, si bayi terpaksa harus diberikan susu formula sebagai pengganti ASI.

''Anak saya diberikan susu formula, karena ASI ibunya tidak keluar. Setiap hari saya bertani pisang, kalau istri tidak bekerja, tapi dulu bekerja di sarung tangan,'' paparnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Umum
wwwwww