Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
24 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
2
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
GoNews Group
21 jam yang lalu
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
3
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
Internasional
21 jam yang lalu
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
4
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
GoNews Group
21 jam yang lalu
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
5
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
Pemerintahan
22 jam yang lalu
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
6
TPS Keliling Riskan Kecurangan, DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang
GoNews Group
23 jam yang lalu
TPS Keliling Riskan Kecurangan, DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang
Home  /  Berita  /  Politik

Bahas Kerugian Pertamina, DPR Segera Panggil Ahok

Bahas Kerugian Pertamina, DPR Segera Panggil Ahok
Kamis, 27 Agustus 2020 10:49 WIB

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berencana memanggil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan jajaran direksi untuk membahas Rp 11 triliun selama semester pertama tahun 2020 pekan depan.

"Kami minta penjelasan bagaimana mereka mengantisipasi kinerjanya, termasuk apa saja yang menjadi daya dukung dan daya dorong agar kinerjanya pulih," ujar Wakil Komisi VII DPR Eddy Soeparno, Rabu (26/8/2020) kemarin.

Menurutnya, kerugian Pertamina tak terlepas dari dampak virus pandemi Covid-19 mempengaruhi konsumsi bahan bakar masyarakat seiring dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, saat ini aktivitas masyarakat kembali normal seiring dengan adaptasi tatanan kehidupan baru ditengah pandemi. "Ada normalisasi tapi tidak pada tahap normal pra-Covid. Jadi memang kalau ada rebound, kembali lagi, kami belum sempat bertanya lagi dengan Pertamina," ucapnya.

Saat ini, menurut Eddy, sebagian masyarakat sudah berani beraktivitas meski tak berarti semuanya berani beraktivitas secara normal. Banyak orang, masih takut melakukan aktivitas normal kembali meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Pertamina (tidak diaudit) per 30 Juni 2020, terlihat perusahaan merugi USD 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.

Meski tercatat kerugian, Pertamina mencatat laba operasi Juni 2020 sebesar USD 443 juta dan EBITDA sebesar USD 2,61 miliar. Hal tersebut, menurut VP Komunikasi Perusahaan Pertamina Fajriyah Usman , menunjukkan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan baik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Politik

wwwwww