Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pernah Melihat Keluarga Ini di Depan Giant Panam, Siapa Mereka? Ternyata...

Pernah Melihat Keluarga Ini di Depan Giant Panam, Siapa Mereka? Ternyata...
Foto Dok Jupriyadi. (Facebook)
Selasa, 25 Agustus 2020 21:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PEKANBARU - Bagi warga Pekanbaru, Riau, khusunya yang sering melintas di depan Swalayan Giant Panam, pasti sering melihat penampakan tenda biru yang dipasang seadanya.

Di dalam tenda itu, ternyata ada satu keluarga yang sedang berusaha mencari rezeki. Keluarga miskin ini tidak mau meminta-minta atau mengemis. Tapi mereka berusaha mencari rezeki halal dengan berjualan.

Jualan apa keluarga ini? Berikut adalah penuturan warga net, yang menceritakan rasa penasarannya dan mendatangi langsung keluarga itu. 

"Kalau kawan-kawan lewat depan GIANT panam akan nampak penampakan ini, tenda kusut, dihuni seorang ibu berpakaian lusuh dengan anak kecil yang terbaring di samping botol warna-warni," tulis akun Jupriyadi di akun Facebooknya seperti dilihat GoNews.co, Selasa (25/8/2020).

"Karena penasaran saya pun berhenti, dan mendatanginya. Saya melihat seorang wanita yang sangat kumuh dan 2 orang anak perempuannya yang masih kecil baring disamping beliau," tulisnya lagi.

Ternyata kata Jupriyadi, botol-botol berwarna itu adalah alat permainan gelembung cair yg diproduksinya sendiri. "Cairan itu diracik suaminya menggunakan sabun ekonomi Dan pewarna katanya agar lebih disukai anak," terangnya.

Saat Jupriyadi menanyakan keberadaan suaminya. Si Ibu menjawab bahwa suaminya juga berjualan cairan gelembung di depan planet Swalayan Garuda Sakti.

"Mereka hidup miskin dengan 2 anak perempuan. Yang paling besar masih umur 4 tahun, dan adiknya umur 3 tahun. Kedua anaknya di bawa ke pinggir jalan karena dirumah tidak ada yang jaga," ceritanya.

Jupriyadi pun mencoba gelembung nya. Menurutnya lumayan bagus. Ia pun sengaja membeli 10 botol untuk anaknya yang masih kecil.

"Saya beli ke 10 botol gelembung itu. Harganya murah cuma Rp10.000 perbbotol. Waktu itu saya bilang, sudah pulang saja kasihan anaknya," tandasnya.

Ia berpesan agar aparat pemerintah berwenang bisa turun tangan membantu. Ia meyakini, meskipun hanya gelembung, kalau diberi modal pasti akan lebih maju. "Saya juga berharap, bagi siapapun yang melintas tolong dibantu kasihan mereka tidak mau mengemis dan tetap berjualan," pungkasnya.

Dari pantauan GoNews.co, postingan ini sudah dibanjiri komentar netizen. Tidak sedikit juga warga net yang membagikan status tersebut. ***

Kategori:Umum, Ekonomi
wwwwww