Home  /  Berita  /  Politik

Syarief Hasan Ajak Msyarakat Jiwai Nilai Luhur Bangsa

Syarief Hasan Ajak Msyarakat Jiwai Nilai Luhur Bangsa
Minggu, 23 Agustus 2020 11:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANTEN - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan melakukan rangkaian Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau 4 Pilar MPR, di Binong Permai dan Yayasan Pendidikan Islam Esa Nusa Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam kesempatan tersebut Syarief mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran dan partisipasi masyarakat yang antusias dalam mengikuti acara sosialisasi.

"Di tengah keprihatinan menghadapi pandemi Covid-19 yang kita alami, bapak-bapak dan ibu-ibu hadir dalam acara ini. Saya memberi penghargaan yang tinggi karena di tengah kekhawatiran Covid-19, bapak-bapak dan ibu-ibu bisa meluangkan waktu untuk hadir," ungkap Syarief, dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2020).

Kehadiran masyarakat dalam acara itu disebut sebagai bentuk komitmen membangun bangsa yang lebih baik. Syarief mengatakan bangsa ini memiliki UUD NRI Tahun 1945. UUD disebut mengatur kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Ads

"Dalam menjalankan hak dan kewajibannya banyak hal yang diatur dalam UUD," tambahnya.

Syarief mengatakan dalam UUD diatur tugas dan fungsi lembaga-lembaga negara. MPR dalam UUD mempunyai tugas untuk melantik presiden dan wakil presiden, kemudian MPR pun juga mempunyai wewenang untuk mengubah UUD.

"Hanya MPR lembaga negara yang boleh melakukan ini," ungkapnya.

Menurut Syarief, wewenang ini merupakan tugas yang berat. Disampaikan saat ini ada wacana melakukan amandemen, namun MPR belum memutuskan apa-apa. Dalam masa pengkajian, pimpinan MPR aktif meminta masukan dari seluruh element masyarakat terhadap perlu tidaknya amandemen.

"Kita masih melakukan pengkajian terhadap wacana itu," imbuhnya.

Syarief menjelaskan ketika dulu UUD belum diamandemen, MPR merupakan lembaga tertinggi sehingga presiden dan wakil presiden pun dipilihnya. Setelah amandemen, wewenang itu sudah tidak dimiliki. Dari pemilihan langsung maka presiden tidak bertanggungjawab lagi pada MPR.

"Sekarang presiden dipilih langsung oleh rakyat. Meski demikian MPR memfasilitasi presiden dan lembaga negara dalam melaporkan kinerjanya, untuk didengar langsung oleh masyarakat luas dalam sidang tahunan yang rutin digelar MPR," jelasnya.

Syarief pun mengajak kepada semua pihak untuk menjaga 4 Pilar MPR agar Indonesia bisa bersatu dan utuh. Bangsa ini sudah merasakan arti penting dan makna 4 Pilar MPR dan semua yang ada merupakan wujud kebersamaan rakyat. Ia juga turut memberi apresiasi kepada masyarakat ketika ada sekelompok orang ingin mengubah Pancasila namun masyarakat ramai-ramai menolak.

"Mari kita jalankan 4 Pilar dengan penuh konsekuen," ujarnya

"Alhamdulillah kita bisa menjaga Pancasila. Bangsa lain saja mengapresiasi Pancasila, kita pastinya bangga dan mengimplementasikan dalam kehidupan" imbuhnya.

Syarief juga mengatakan bangsa ini merupakan bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, bahasa, dan budaya. Masyarakat tersebar di ribuan pulau dengan perbedaan yang ada, malah menjadi sumber kekuatan.

"Perbedaan itu terhimpun dalam NKRI. Dengan sosialisasi, kita berharap masyarakat bisa menjiwai nilai-nilai luhur bangsa," tuturnya.

Selain itu, dalam sosialisasi dirinya juga mengingatkan untuk meningkatkan implementasi 4 Pilar MPR dalam kehidupan bermasyarakat. Selepas sosialisasi pun juga diharapkan masyarakat bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air, saling menghormati, menghargai, dan toleransi kepada yang lain.

"Termasuk saat pandemi Covid-19 bisa saling mengingatkan untuk saling mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan semua," ujarnya.

Syarief juga mengucapkan terima kepada masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu meski di tengah pandemi Covid-19. Ia memuji masyarakat dan Sekolah Esa Nusa sudah mengamalkan 4 Pilar MPR.

"Di sini sudah lebih dahulu menjiwai dan mengamalkan 4 Pilar," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Syarief mengingatkan kembali untuk menjaga, merawat, dan melindung nilai-nilai luhur bangsa. Dikatakan masyarakat merasakan kehadiran Pancasila.

"Sejak dulu hingga sekarang, dengan Pancasila kita bisa hidup tentram, toleransi, dan berdampingan dengan yang lain untuk saling membangun bangsa. Kita tidak pernah mempertentangkan satu golongan dengan golongan yang lain," pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dan diundang dalam kesempatan sosialisasi di Sekolah Eka Nusa tersebut guru, kepala desa, TNI, Polisi, dan unsur masyarakat lainnya.***

wwwwww