Home  /  Berita  /  Olahraga

Joko Pekik: Harus Ada Solusi Terbaik Polemik Pelatnas Panahan Olimpiade

Joko Pekik: Harus Ada Solusi Terbaik Polemik Pelatnas Panahan Olimpiade
Ketua Apkori, Joko Pekik Irianto. (dok Pribadi)
Jum'at, 21 Agustus 2020 13:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Joko Pekik Irianto merasa prihatin dengan kemelut pelatnas panahan Olimpiade. Apalagi, mantan Deputi IV Kemenpora ini mengetahui persis bahwa permasalahan pelatnas ini sering terjadi.

"Terus terang, saya sangat prihatin karena permasalahan pelatnas panahan saat ini muncul kembali. Ini tidak perlu terjadi apalagi persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo 2021 dimana persaingan sangat ketat untuk mendapatkan medali. Polemik yang terjadi harus diselesaikanj dan ada solusi terbaik," kata Joko Pekik yang dihubungi melalui WahtsApp, Jumat (21/8/2020).

Seperti diketahui PB Perpani mencoret Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa dan Asiefa Nur Haensa dengan alasan indisipliner dan memaksakan kehendak mempertahankan Denny Trisjanto sebagai pelatihnya. Padahal, Riau Ega dan Diananda sudah membuktikan kemampuannya. Tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 itu diraih setelah Riau Ega yang akrab dipanggil Sinchan meraih medali perunggu nomor recurve putra dan Diananda Choirunisa yang panggilan akrabnya Anis mendapatkan perak nomor recurve putri.

"Atlet adalah aset bangsa dan negara. Apalagi, mereka yang terbaik dan berjasa mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 Jadi, PB Perpani harus mengutamakan kepentingan negara yang menginginkan prestasi maksimal di Tokyo nanti," tegasnya.

Ads

Joko Pekik juga menyesalkan sikap Ketua Umum PB Perpani, Illiza Sa'aduddin yang tetap ngotot dengan keputusan mencoret ketiga atet Jawa Timur tersebut dan tidak memenuhi permintaan mereka mempertahankan pelatih Denny Trisjanto.

"Ketum PB Perpani perlu data yang valid dengan mengajak bicara semua pihak termasuk atlet. Pelatih memang harus punya modal utama kompetensi kognitif dan skill, namun jangan dilupakan aspek psikososial (misalnya kecocokan dengan atlet)," ungkapnya.

Dalam penyelesaian polemik pelatnas panahan Olimpiade, Joko Pekik meminta KONI Pusat berkoordinasi dengan KONI Jawa Timur dan Denny Trijanto yang juga Ketua Pengprov Perpani Jawa Timur. Apalagi, KONI Jatim dan Pengprov Jatim telah menjalankan komitmen dengan program pemusatan atlet daerah (pelatda) sejak SEA Games Manila 2019 dalam upaya mempertahankan performance ketiga atlet andalannya yang bakal diterjunkan pada PON Papua 2021.

"Jangan biarkan kemelut ini berkepanjangan. KONI Pusat harus koordinasi dengan KONI Jatim dan Denny untuk menyelsaikan sehingga pelatnas panahan Olimpiade bisa berjalan dengan kondusif dan keinginan mencapai prestasi di Tokyo nanti bisa terwujud. Soal pelaksanaan pelatnas dilakukan dengan sentralisasi atau desetralisasi tinggal dipilih saja mana yang terbaik di tengah pandemi Covid 19 ini, " imbuhnya. ***

wwwwww