Home  /  Berita  /  Peristiwa

Gerebek Rumah Mewah, Satgas BP2MI Temukan 15 ABK yang Kelaparan dan 2 Tahun Tak Digaji

Gerebek Rumah Mewah, Satgas BP2MI Temukan 15 ABK yang Kelaparan dan 2 Tahun Tak Digaji
Tangkap Layar Video Kepala BP2MI saat memberikan keterangan pers usai penggrebekan. (GoNews)
Kamis, 20 Agustus 2020 12:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Satgas Anti Sindikat pengiriman PMI Ilegal yang baru saja dibentuk BP2MI pada 17 Agustus 2020 lalu, mulai beraksi.

Satgas yang dipimpin langsung Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani itu, menggerebek sebuah rumah mewah milik bos agensi pemberangkatan anak buah kapal (ABK) di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Di dalam rumah mewah tersebut didapati 15 ABK dengan kondisi kelaparan.

Penggerebekan rumah mewah yang terletak di Jalan Raya Cipanas Baru, Tarogong Kaler, itu berlangsung Rabu (19/8) malam, sekira pukul 22.00 WIB.

Ads

Benny Rhamdani menjelaskan, penggerebekan tersebut bermula dari adanya laporan dari salah seorang ABK yang mengaku diterlantarkan oleh bosnya.

"Awalnya dari laporan ABK sendiri bahwa di tempat ini ada 15 ABK yang telantar. Kita gerebek tempat ini, dan ternyata benar ada 15 ABK yang telantar di sini," ucap Benny kepada wartawan di lokasi, Kamis (20/8/2020).

Dalam proses penggerebekan itu kata Benny, ada 15 ABK yang ditemukan. "Mereka ditemukan dalam kondisi kelaparan di dalam rumah mewah itu," ujarnya.

Benny juga menjelaskan, gaji para ABK selama dua tahun bekerja sebagai awak kapal ikan di Taiwan tidak dibayarkan perusahaan agensi, PT Gafa Samudra Abadi yang berbasis di Garut.

"Mereka ini terpaksa tinggal di rumah ini dengan kondisi yang memprihatinkan. Sebab, mereka ingin haknya dipenuhi. Tapi sampai sekarang tidak ada," kata Benny.

Semua ABK itu langsung dievakuasi ke rumah aman milik BP2MI. Sayangnya, dalam proses penggerebekan, bos mereka tak ditemukan di lokasi.

"Yang penting keselamatan mereka saat ini menjadi prioritas kami. Terkait hak yang menjadi milik mereka, tentu akan menjadi tuntutan kami," pungkasnya.***

wwwwww