Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
Sumatera Barat
20 jam yang lalu
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
2
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
9 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
3
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
21 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
4
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
20 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
5
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
16 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
6
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
12 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

Tamliha Dukung Rencana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa
Anggota Komisi I fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha. (Foto: Dok. GoNews.co)
Selasa, 18 Agustus 2020 16:33 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha, mendukung sepenuhnya rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang kini tengah bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam rencana program bela negara bagi mahasiswa.

“Ya bagus lah, rencana itu kan untuk mengisi pasukan cadangan. Karena Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara,” kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Senin (17/8/2020) kemarin. 

Semenjak Indonesia merdeka dan era reformasi berjalan, kata Tamliha, memang belum ada pasukan cadangan yang sebetulnya merupakan amanat UU itu. "Anggaran sudah, tinggal pelaksanaannya. Toh, ini kita kan sukarela,”.

Sebelumnya, Wamenhan RI, Wahyu Sakti Trenggono mengungkapkan, sudah membuka pembicaraan dengan Kemendikbud RI agar memasukkan program bela negara ke kurikulum perguruan tinggi.

“Nanti, dalam satu semester, mereka bisa mengikuti pendidikan militer. Nilainya masuk ke SKS (sistem kredit semester)” kata Wahyu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pendidikan, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group

wwwwww