Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
2
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
3
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
17 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
4
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
21 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gerakan Pembagian Masker di Depok, Gugah Kesadaran Gotong Royong Tanggulangi Pandemi

Gerakan Pembagian Masker di Depok, Gugah Kesadaran Gotong Royong Tanggulangi Pandemi
Foto: Ist.
Kamis, 13 Agustus 2020 15:37 WIB
DEPOK - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi peluncuran gerakan pembagian 2 juta masker yang dilakukan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat. Ia berharap, gerakan pembagian masker ini juga dapat dimobilisasi oleh elemen masyarakat sehingga tercipta semangat gotong royong dalam gerakan pembagian masker

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Walikota karena memang arahan dari Presiden selama 2 minggu ini harus diintensifkan sosialisasi penggunaan masker," kata Mendagri gerakan pembagian 2 juta masker di lobi kantor Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (13/8/2020).

Menurut Mendagri Tito, beberapa penelitian menunjukkan, jika setiap orang di tempat publik dan saat bertemu orang lain menggunakan masker maka bisa mengurangi potensi penularan. "Kurva penularan bisa berkurang. Bahkan ada yang menyatakan potensi penularan bisa berkurang 50 persen dan 60 persen,".

"Intinya bermanfaat lah, dan efektif. Oleh karena itu Bapak Presiden menghendaki agar sosialisasi ini dilakukan masif dan dilaksanakan mulai dengan langkah-langkah persuasif, yaitu membagi masker, karena masyarakatnya ada yang memang dia tidak mampu membeli masker otomatis pemerintah yang bantu," ujarnya.

Sosialisasi penggunaan masker, dijelaskan Tito, juga melibatkan TNI, Polri, struktur Pemda, ormas-ormas keagamaan, ormas, lembaga-lembaga adat, "juga spesifik beliau (Presiden, red) mengatakan agar jaringan PKK juga bergerak untuk door to door menyosialisasikan pentingnya masker,".

"Kita sudah melaksanakan rapat secara nasional, virtual, yang juga dihadiri oleh Ketua Umum TP PKK Pusat, Ibu Tri Tito, istri saya sendiri, karena memang ex officio. Nah disini ada Ibu Ketua TP PKK Kota Depok, beliau nanti akan bergerak juga dengan jaringan beliau," ujarnya.

Kota Depok, menurut Mendagri, menjadi perhatian karena letaknya memang dekat dengan Kota Jakarta yang jadi episentrum penularan Covid-19. Depok juga berdekatan dengan daerah Bogor, daerah padat yang penduduknya di atas 4 juta jiwa. "Interaksi masyarakat yang bolak-balik ke Jakarta, atau ke Bogor melewati Depok, begitu tinggi intensitasnya. Maka ini jadi potensi penularan virus. Karenanya, untuk mencegahnya, perlu ada keserentakan cara bertindak antara Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor,".

Di acara yang sama, Walikota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Mendagri dan jajarannya, yang telah memberi perhatian ke Kota Depok. Khususnya dalam upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19.

"Memang sudah banyak kurangnya kesadaran kedisiplinan memakai masker, untuk itulah kita juga akan menggunakan jaringan-jaringan yang ada, tidak hanya dari aparatur, TNI , Polri di wilayah ini tetapi juga seluruh Ormas, lembaga-lembaga komunitas, yang muda, komunitas perempuan, dan bahkan para pemangku kepentingan dalam bidang keagamaan, sosial budaya, ini akan kami kerahkan untuk menyadarkan masyarakat, tidak hanya sadar, tidak hanya kita menunggu kita berbagi tetapi bagaimana kita sadar untuk memakai masker. Ini yang lebih penting, jangan sampai kita beri tapi tidak dipakai, ini yang terjadi," kata Idris.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, Kesehatan, GoNews Group

wwwwww