Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
2
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
16 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
3
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
4
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
20 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Home  /  Berita  /  Politik

Bukan Kepentingan 2024, Gatot Nurmantyo Gabung KAMI Karena Jiwa Korsanya Terpanggil

Bukan Kepentingan 2024, Gatot Nurmantyo Gabung KAMI Karena Jiwa Korsanya Terpanggil
Kamis, 13 Agustus 2020 15:16 WIB
JAKARTA - Bergabungnya mangan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai tidak berkaitan dengan hajatan Pilpres 2024.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Menurut Satyo, KAMI merupakan katalisator perjuangan moral yang berbicara kondisi bangsa dan negara.

"Kehadiran Gatot Nurmantyo di acara KAMI nampaknya tidak berkaitan dengan hajatan 2024. Entitas KAMI layaknya seperti katalisator perjuangan moral dalam konteks kekinian yang artinya bicara kondisi bangsa dan negara yang tengah menghadapi resesi akibat Covid-19," sebut dia.

Selain itu, mantan Sekjen ProDEM ini menilai bahwa KAMI juga seperti oase bagi masyarakat yang digelayuti ketidakpastian masa depan akibat ketidakpuasan cara penanganan pandemik Covid-19 oleh pemerintah, yang mengakibatkan kontraksi perekonomian masyarakat.

"Sepertinya kehadiran Gatot Nurmantyo lebih kepada 'moral hazard' sebagai purnawirawan Panglima TNI sudah pasti jiwa korsanya terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi siapa pun yang mau berjuang untuk menumbuhkan harapan hidup bagi masyarakat banyak," demikian Satyo Purwanto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik

wwwwww