Home  /  Berita  /  Bukittinggi

Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati

Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Hj Yemmelia, SE. MSi.
Rabu, 05 Agustus 2020 00:37 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Jika tak ada aral melintang, pada 9 Desember 2020 mendatang, beberapa daerah di Sumatera Barat akan melangsungkan helatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Termasuk salah satunya adalah Kota Bukittinggi. Kota yang terkenal beriklim sejuk ini belakangan situasi politiknya mulai menghangat jelang hajatan sekali lima tahun sekali itu digelar.

Kehadiran sosok Hj. Yemmelia sebagai salah seorang bakal calon Walikota Bukittinggi memiliki harapan besar terhadap pilkada kali ini. Baginya, momentum pilkada ini harus dipandang sebagai bagian dari sejarah untuk masa depan Kota Bukittinggi.

"Kita harus berfikir bahwa pilkada ini adalah momen bersejarah, kita-kita yang terlibat ini adalah pelaku sejarah, bagaimana cara kita berperilaku dalam momen pilkada ini adalah goresan sejarah yang akan dicatat oleh warga Bukittinggi untuk masa depan kelak," kata Hj. Yemmelia

Menariknya, Hj. Yemmelia berharap siapa pun yang maju jadi calon kepala daerah jangan sampai hanya karena ada unsur sakit hati dan mengejar kekuasaan. Karena jika ada keinginan negatif yang demikian, baginya itu terlalu remeh untuk sekelas hajatan bersejarah yang berbiaya tinggi ini.

"Kita senang jika banyak opsi calon pemimpin yang hadir untuk masyarakat, tapi sekali lagi saya sampaikan, pilkada ini momen bersejarah dan ingat biayanya sangat besar, baik yang dikeluarkan oleh negara maupun para kandidat calon kepala daerah. Besaran biayanya berkisar belasan hingga puluhan milyar. Jadi jangan sampai sekedar tempat balas sakit hati belaka, harus sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat Bukittinggi" ungkap Hj. Yemmelia yang merupakan seorang pembina kelompok wirid pengajian di Provinsi Banten.

"Saya datang menawarkan diri menjadi salah satu opsi calon kepala daerah di Bukittinggi tanpa beban, tanpa rasa sakit hati kepada siapa pun. Makanya saya bisa hadir lengkap dengan gagasan konkrit yang saya jabarkan dalam "Salusin Upayo". Niat saya mengabdi dan memberi opsi kepada warga Bukittinggi, sehingga saya punya ruang dan waktu yang cukup untuk merancang gagasan sekaligus mengimplementasikannya,"tambah Hj. Yemmelia.

Seperti kita ketahui, kehadiran sosok Hj. Yemmelia yang berpengalaman 30 tahun di bidang pemerintahan ini, juga dibarengi dengan tawaran program "Salusin Upayo", dimana mayoritas program tersebut memberikan perhatian khusus kepada Agama, Budaya, Sosial, Pariwisata dan Ekonomi. ***


wwwwww