Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral di Medsos, Pelaku Pungli di Bukittinggi Ini Akhirnya Berurusan dengan Polisi
Hukum
12 jam yang lalu
Viral di Medsos, Pelaku Pungli di Bukittinggi Ini Akhirnya Berurusan dengan Polisi
2
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
GoNews Group
21 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
3
DPR Minta Tinjau Ulang Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning
GoNews Group
20 jam yang lalu
DPR Minta Tinjau Ulang Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning
4
Pemda, Kepala Sekolah dan Orangtua Diharap Cermat Memilih PJJ atau Tatap Muka
Pendidikan
19 jam yang lalu
Pemda, Kepala Sekolah dan Orangtua Diharap Cermat Memilih PJJ atau Tatap Muka
5
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
GoNews Group
20 jam yang lalu
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
6
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
GoNews Group
21 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

PKS Protes, Pembangunan Pusat Data Nasional Pakai Pembiayaan Asing

PKS Protes, Pembangunan Pusat Data Nasional Pakai Pembiayaan Asing
Kamis, 30 Juli 2020 20:26 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Sukamta mempertanyakan rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mempercepat pembangunan pusat data nasional dengan menggandeng perusahaan pembiayaan dari Perancis.

"Mengapa untuk bangun data center, yang merupakan infrastrukfur vital pemerintah, harus dengan dana asing?" ujar politisi PKS itu mempertanyakan, Kamis (30/7/2020).

Padahal, katanya, semua data pemerintah akan ada dalam pusat data tersebut. Menurutnya, wajar bila timbul kekhawatiran apabila ada campur tangan asing di situ.

Pasalnya, potensi penambangan data oleh asing menjadi semakin terbuka. "Saya ingatkan pemerintah tentang kedaulatan data. Jangan sampai kedaulatan data kita tergadaikan nantinya," katanya.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu menekankan bahwa skema kerja sama tersebut perlu diperjelas. "Apakah mereka ikut dalam spesifikasi teknis dan implementasinya? Jika ya, tentu ini sangat mengkhawatirkan," katanya.

Padahal, Sukamta juga menambahkan bahwa banyak pemain lokal yang kompeten di bidang data center. Para pelaku usaha lokal itu, jelas dia, sudah diakui secara global.

"Bahkan ada cloud computing provider global yang 'numpang' di data center lokal kita. Kita harus bisa mandiri. Bibit-bibit yang kompeten harus kita dukung. Jangan justru kita membesarkan kepentingan asing," katanya.

Karena itulah dia merasa aneh kalau pemerintah justru membangun data center sendiri dengan campur tangan asing. Dia mengatakan hal itu menunjukkan Indonesia menghadapi era industri 4.0 dengan setengah-setengah.

"Skema pendanaan dari asing ini buktinya, urusan yang sangat vital pun kita tidak berusaha untuk berdikari. Ini yang perlu kita perjelas, agar kedaulatan kita sekarang dan akan datang tetap terjaga secara utuh," katanya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Politik, Pemerintahan, Peristiwa

Loading...
www www