Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
2
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
11 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
3
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
10 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
4
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
8 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
5
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
Ekonomi
23 jam yang lalu
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
6
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
GoNews Group
23 jam yang lalu
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
Loading...
Home  /   Berita  /   Nasional

Kata Eijkman soal Pemurnian Virus Corona Covid-19

Kata Eijkman soal Pemurnian Virus Corona Covid-19
Cawan Petri yang biasa digunakan dalam penelitian. (Gambar: Ist./Shutterstock)
Jum'at, 24 Juli 2020 13:33 WIB
JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Mokuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio menyatakan bahwa dalam setiap tahapan penelitian tentu harus dilakukan pemurnian sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Dari Indonesia baru ada 15 WGS (whole genome virus) yang disubmit ke GISAID, 10 dari Lembaga Eijkman dan 5 dari UNAIR," kata Prof. Amin kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Dari 10 yang di-submit oleh Eijkman, kata Prof. Amin, 9 di antaranya masuk ke dalam kelompok (Clade) L dan 1 lainnya masuk ke dalam Clade O (Others).

Pernyataan Prof. Amin tersebut megonfirmasi soal urgensi pemurnian virus Corona/Covid-19 yang ada di Indonesia, dan sudah atau belumnya Eijkman melakukan proses itu.

Lebih jauh, Prof. Amin menjelaskan bahwa virus Corona/Covid-19 yang ada di Indonesia memang bermutasi, "tetapi jumlahnya sedikit dan tidak mempengaruhi RBD (Receptor Binding Domain) dari Protein Spike.

"Belum ada informasi keterkaitan mutasinya dengan perubahan keganasan," terang Prof. Amin.

Seperti diketahui, Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Efektivitas vaksin untuk warga Indonesia diberitakan tak lepas dari pentingnya kesesuaian dengan virus Covid-19 yang ada di tanah air. Karenanya, pemurnian menjadi salah satu proses yang harus dilakukan untuk mengenali virus Covid-19 yang ada di Indonesia.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Kesehatan, Nasional

Loading...
www www