Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
Peristiwa
11 jam yang lalu
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
2
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
GoNews Group
10 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
3
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
17 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
4
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
17 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
5
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
17 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  Internasional

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Hampir Tembus 140.000

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Hampir Tembus 140.000
Sejumlah warga menikmati minuman di luar sebuah bar saat fase pembukaan kembali, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di East Village, New York City, Amerika Serikat, Jumat (12/6/2020). (ANTARA/REUTERS/Jeenah Moon/TM/aa)
Senin, 20 Juli 2020 08:35 WIB
WASHINGTON - Angka kematian akibat COVID-19 di Amerika Serikat hampir menembus 140.000 ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Minggu (19/7) melaporkan ratusan kematian baru.

CDC menyebutkan bahwa sebanyak 877 orang lagi meninggal akibat virus corona sehingga jumlah total kematian sejauh ini adalah 139.659.

Selain itu menurut laporan per Minggu, angka keseluruhan kasus COVID-19 di AS menjadi 3.698.161 setelah ada 67.574 kasus baru.

Laporan CDC itu merupakan perbandingan angka dari satu hari sebelumnya dan belum tentu menggambarkan kasus-kasus yang dilaporkan oleh negara-negara bagian.

Sementara itu menurut hitungan Reuters pada Minggu, di seluruh dunia sejauh ini sudah 13,38 juta orang dilaporkan mengidap COVID-19 dan sebanyak 601.961 orang meninggal akibat penyakit virus corona jenis baru tersebut.

Penularan dilaporkan terjadi di lebih dari 201 negara dan teritori sejak kasus-kasus pertama mulai ditemukan di China pada Desember 2019.

Hitungan Reuters itu didasarkan atas pernyataan dan kalangan kementerian kesehatan dan pejabat pemerintah yang dirangkum pada pukul 22.00 GMT. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Internasional

wwwwww