Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
2
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
10 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
3
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
9 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
4
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
Ekonomi
22 jam yang lalu
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
5
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
7 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
6
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
GoNews Group
22 jam yang lalu
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Daftar Pemilik Akun Twitter yang Diretas

Daftar Pemilik Akun Twitter yang Diretas
Ilustrasi: Ist. via Reuters
Sabtu, 18 Juli 2020 10:11 WIB
JAKARTA Twitter mengungkapkan bahwa peretas telah mengakses sistem internal mereka, menargetkan sekitar 130 akun, dan merhasil meretas akun milik sejumlah tokoh dan organisasi dunia, pada Rabu (15/7/2020) pekan ini.

Twitter mengatakan bahwa para peretas memperoleh kendali atas 'sebagian kecil' dari akun yang ditargetkan, dan mengirim tweet dari akun mereka. Masih diselidiki apakah peretas mendapatkan akses ke data pribadi dari akun yang ditargetkan.

Beberapa akun yang diretas antara lain, kandidat presiden AS Joe Biden, bintang reality show Kim Kardashian, presiden AS ke-44 Barack Obama, miliarder Elon Musk, rapper Kanye West, pendiri Amazon.com Jeff Bezos, investor Warren Buffet, pendiri Microsoft Corp Bill Gates dan akun perusahaan Uber dan Apple.

Divisi FBI di San Francisco memimpin penyelidikan peretasan tersebut. Sebagian besar anggota parlemen Washington juga mempertanyakan bagaimana hal itu terjadi.

Badan penegak hukum mengatakan, penyerang siber melakukan penipuan cryptocurrency dalam insiden tersebut. Catatan blockchain yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa para penipu menerima cryptocurrency senilai lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,47 miliar).

"Kami masih dalam proses menilai langkah-langkah jangka panjang yang dapat kami ambil dan akan membagikan rincian tersebut lebih lanjut sesegera mungkin," kata Otoritas Twitter dikutip dari antaranews.com, Sabtu (18/7/2020).***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Internasional, Peristiwa, Umum

Loading...
www www