Home  /  Berita  /  Politik

Silaturahmi ke MUI, AHY Sepakat Tolak RUU HIP

Silaturahmi ke MUI, AHY Sepakat Tolak RUU HIP
Rabu, 15 Juli 2020 14:38 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersilaturahmi ke pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat. AHY ingin hubungan Demokrat dan MUI terjalin dengan baik.

"Maksud dan tujuan kedatangan saya dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat adalah untuk membangun tali silaturahim yang lebih baik lagi antara Partai Demokrat dengan MUI," ujar AHY di kantor MUI, Selasa (14/7).

AHY mengaku, sudah lama berencana untuk bersilaturahmi ke kantor MUI. Apalagi kantor antara Demokrat dan MUI berdekatan. Namun, karena pandemi Covid-19, silaturahmi ini baru bisa diwujudkan sekarang.

Yang jelas, kata AHY, selain silaturahmi, Demokrat ingin membangun semangat kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi antara dua institusi yang memiliki peran masing-masing di negara ini.

Ads

"Tentu kami sangat menghormati MUI sebagai lembaga independen yang mengkoordinasikan berbagai organisasi Islam di Indonesia dan juga terus memperjuangkan segala hal yang menyangkut keumatan umat Islam, dan tentunya secara luas untuk masyarakat dan bangsa negara kita," tuturnya.

AHY melanjutkan, Demokrat secara politik terus memperjuangkan aspek yang serupa dengan MUI. Berbicara tentang umat Islam, tentang rakyat dan negara secara keseluruhan. Menurutnya, banyak dilakukan dengan kerja sama dan saling menguatkan satu sama lain.

Contohnya, kata AHY, di berbagai isu tertentu Demokrat memiliki kesamaan cara pandang. Yang tentunya suara MUI bisa diperkuat melalui suara anggota DPR RI maupun DPRD di berbagai wilayah.

"Sebaliknya kami juga berharap jika ada perjuangan Partai Demokrat yang senada dengan perjuangan MUI, bisa juga disosialisasikan di akar rumput, terutama di kalangan umat Islam," kata AHY.

Dalam pertemuan tersebut, juga membahas RUU HIP yang beberapa waktu lalu menjadi kontroversi. AHY mengatakan, Partai Demokrat dan MUI tegas menolak RUU HIP.

"Ini merupakan set back historis, yang menimbulkan masalah baru yang tidak diperlukan di negeri kita, di saat kita semua fokus untuk melawan pandemi Covid-19," kata AHY.

AHY khawatir ada pihak-pihak tertentu yang kembali bisa memecah belah bangsa, membentur-benturkan Pancasila dengan Islam, kemudian membawa isu ideologi yang sebetulnya sudah ditinggalkan di belakang.

"Karena kita mempunyai tujuan besar bersama dimana Pancasila final dan NKRI harga mati. Tapi yang jelas tujuan besar kita tidak sepi dari tantangan ketika kita memproyeksikan diri kita untuk mencapai kemajuan dalam 5-10 tahun ke depan bahkan sampai 2045," ucapnya.

"Yang jelas, jangan menghadirkan isu-isu baru yang sebetulnya tidak relevan dan kontekstual terhadap kondisi bangsa dan perjuangan kita," ujar Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Sementara, Waketum MUI KH Muhyiddin Junaidi kembali menjelaskan tujuan kedatangan pimpinan Partai Demokrat. Tujuan utama dari AHY beserta jajarannya ke kantor MUI adalah untuk silaturahmi.

"Kita juga memiliki kesamaan cara pandang dalam beberapa isu yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Semoga kunjungan ini bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Insya Allah," kata dia.

AHY datang didampingi Sekjen PD Teuku Riefky Harsha, Bendahara Umum PD Renville Antonio, Kepala Departemen Agama dan Sosial Munawar Fuad Noeh, Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) Zulfikar Hamonangan, Wasekjen Agust Jovan Latuconsina, dan Direktur Eksekutif Sigit Raditya.

Sementara Waketum MUI KH. Muhyiddin Junaidi didampingi, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdullah Djaidi, Ketua Bidang Pembinaan Seni Budaya Islam KH. Sodikun, Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga Prof. Dr. Amany Lubis, serta Wasekjen MUI H. Misbahul Ulum, Dr. Nadjamuddin, Rofiqul Umam Ahmad, MH, dan KH. Sholahudin Al Aiyub.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww