Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
2
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
12 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
3
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
10 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
4
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
9 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
5
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
Ekonomi
24 jam yang lalu
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
6
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
GoNews Group
24 jam yang lalu
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
Loading...
Home  /   Berita  /   Kesehatan

Bocah Lelaki Tewas Setelah Alat Tes Swab Patah dalam Hidungnya

Bocah Lelaki Tewas Setelah Alat Tes Swab Patah dalam Hidungnya
Bocah lelaki di Arab Saudi meninggal dunia setelah alat tes swab patah dalam hidungnya. (kompas.com)
Rabu, 15 Juli 2020 13:45 WIB
RIYADH - Seorang bocah lelaki dilaporkan meninggal dunia setelah alat tes swab patah dalam hidungnya. Tragedi itu terjadi di Rumah Sakit Umum Shaqra, Arab Saudi.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir Sabaq News, bocah tersebut dibawa orang tuanya ke rumah sakit karena menderita demam tinggi. Dia kemudian mendapat tindakan medis untuk memeriksa apakah menderita Covid-19.

Ketika diperiksa menggunakan alat tes swab yang dimasukkan ke hidungnya, alat itu patah dalam hidung sehingga membuat dokter menggunakan anestesi umum untuk menunjukkan hasil 'swab' dari tenggorokannya.

Anak itu dibiarkan kemudian tanpa tindak lanjut yang menyebabkan dia kehilangan kesadaran karena penyumbatan saluran pernapasan.

Melansir Gulf News, dia meninggal dunia 24 jam setelah memasuki rumah sakit tersebut.

Ayah anak itu, Abdullah Al Joufan, menceritakan detil kecelakaan tragis itu. Dia mengatakan, dirinya menolak menjalani anestesi umum untuk anaknya.

Tetapi dokter bersikeras dengan menunjukkan bahwa setelah tindakan, anak itu akan diperiksa oleh dokter spesialis anak, padahal staf rumah sakit mengatakan dokter spesialis anak sedang cuti.

Menurut Al Joufan, orang-orang bingung pada hari berikutnya karena anaknya tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat saluran pernapasan yang terhalang.

Di tengah upaya untuk terus membuat anak itu sadar kembali, Al Joufan menyadari kalau kesehatan anaknya memburuk dan meminta pihak rumah sakit memindahkan putranya ke rumah sakit khusus di Riyadh.

Meski pun disetujui, ambulans datang terlambat. Anak lelaki Al Joufan sudah meninggal dunia.

Sang ayah kemudian menyerahkan 2 laporan terkait penyelidikan atas kematian putranya dan penanganan yang salah atas situasi tersebut.

Dia meminta Menteri Kesehatan untuk membentuk komite penyelidikan sesegera mungkin.

Dia mengaku telah mendapatkan panggilan telepon dari Menteri Kesehatan, Dr Tawfiq Al Rabiah, yang menyampaikan belasungkawa atas kematian putranya, serta dari Direktur Urusan Kesehatan di Riyadh Hassan Al Shahrani.

Dia menekankan bahwa menteri berjanji untuk menindaklanjuti kasus kematian putranya itu.***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Peristiwa, Internasional, Kesehatan

Loading...
www www