Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wufest Championships Perlu Digelar Kembali Secara Virtual

Wufest Championships Perlu Digelar Kembali Secara Virtual
Selasa, 14 Juli 2020 22:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pemilik Perguruan beladiri wushu Rajawali Sakti Jakarta, Herman Wijaya sangat terkesan dengan penyelenggaraan Wushu Festival (Wufest) Championship 2019 memperebutkan Piala Airlangga Hartarto. Dia berharap Wufest Championships yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SWO) Pusat bekerjasama dengan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) bisa kembali digelar pada tahun 2020.

"Saya sangat terkesan dengan adanya Wufest Championship 2019 yang digelar SIWO Pusat. Bukan hanya penyelenggaraan yang sukses tetapi juga publikasi yang ditangani wartawan olahraga sangat bagus. Makanya, saya berharap Wufest Champihonships bisa digelar kembali secara tahun 2020," kata Herman Wijaya di Jakarta, Senin (13/7/2020).  

Meski di tengah pandemi Covid 19, kata Herman Wijaya, kelanjutan Wufest Championships sangat penting dalam upaya pembinaan atlet wushu khususnya junior. Pasalnya, para atlet junior masih kurang jam terbang dalam pertandingan tingkat nasional.  
"Atlet junior memang butuh mengikuti banyak event tingkat nasional dalam rangka untuk menambah pengalaman bertanding. Di tengah pandemi Covid 19 kan bisa digelar secara virtual sehingga pembinaan tetap berjalan," tegasnya.   

Penyelenggaraan Wufest Championships dilakukan secara virtual cukup berasalan. Sebab, kejuaraan wushu secara virtual sukses digelar beberapa waktu lalu. "Penyelenggaraan kejuaraan wushu secara virtual itu tercatat yang pertama di tengah pandemi Covid 19," kata Ketua Panitia pelaksana, Hafidz. 

Ads

Hafidz menjelaskan, konsep pertandingan virtual dimana para peserta membuat video jurus wushu sesuai dengan kategori yang sudah disediakan oleh Panitia dalam area 3m x 6m. Adapun durasi video menyesuaikan dengan nomor yang diikuti. 
“30-35 detik untuk nomor selain Taiji dan 60-90 detik untuk nomor-nomor Taiji. Video rekaman atlet yang memperagakan jurus kemudian diberikan kepada panitia," katanya.

Hal menarik terjadi pada proses penilaian. Hafidz mengaku konsepnya merupakan yang pertama di dunia. “Penilaian/penjurian secara Live via Youtube Channel kami. Konsep ini bisa dibilang pertama di dunia dengan para juri yang juga terlihat dilayar untuk memperlihatkan penjuriannya secara live,” jelasnya.

“Kami ingin mencoba membuat yang lebih seru di Indonesia dengan secara berani mencoba penjurian secara Live via Youtube Live event. Penilaian secara live/ pertandingan selama 5 hari dimulai tgl 8-12 Juli 2020,” ungkapnya. 

Antusiasme pertandingan virtual terbukti tinggi. Nomor yang dipertandingkan sebanyak 146 dan jumlah video yang menampilkan aksi atlet berlaga mencapai 762 Video. Pada hari terakhir, juara umum jatuh pada Perguruan Rajawali Sakti. Perguruan yang dipimpin Herman Wijaya ini meraih juara pertama hingga 23 kali, 17 kali menjadi juara kedua dan 10 kali raih peringkat ketiga. ***

wwwwww