Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
13 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
15 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
GoNews Group
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
4
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
18 jam yang lalu
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
5
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
GoNews Group
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
6
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
GoNews Group
18 jam yang lalu
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Gus Jazil: Tenaga Kerja Wanita Indonesia Sangat Rentan

Gus Jazil: Tenaga Kerja Wanita Indonesia Sangat Rentan
Diskusi Empat Pilar dengan tema 'Perlindungan dan Pemberdayaan Purna PMI' di Media Center Parlemen. (GoNews.co)
Jum'at, 10 Juli 2020 16:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di luar negeri memiliki kerentanan, karena bekerja di sektor domestik. Mereka menjadi pembantu rumah tangga atau pun pekerjaan berat lainnya.

"Kita bukan bangsa babu dan kita juga bukan babu bangsa lain. Artinya dulu Bung Karno pesankan dan kemudian diturukan menjadi kemanusiaan yang adil dan beradab," ujar Jazilul dalam Diskusi Empat Pilar dengan tema 'Perlindungan dan Pemberdayaan Purna PMI', di Media Center, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, masyarakat saat ini belum mampu menemukan pekerjaan didalam negeri. Sehingga mereka keluar negeri untuk mencari pekerjaan, meski menjalani pekerjaan domestik. Dia melihat, sebagian besar dari TKW merupakan perempuan.

"TKW atau tenaga kerja wanita kenapa karena hampir 80 persen mereka yang bekerja keluar negeri itu adalah wanita enggak tahu sekarang nih mungkin Pak Beni bisa menjelaskan nanti," kata Gus Jazil, sapaan akarabnya.

Politisi PKB ini menyebutkan, dalam APBN dimandatkan pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, akibat COVID-19 pertumbuhan ekonomi menurun.

"Kalau angka pertumbuhan turun maka sekaligus angka pengangguran juga akan naik. Jadi bangsa yang banyak penganggurannya itu pasti bukan bangsa maju dalam bahasa Bung Karno. Ini enggak nganggur tapi kuli itu juga disebutnya enggak maju," paparnya.

Dia menuturkan, di dalam undang-undang dasar Negara Republik Indonesia 1945 Pasal 27 disebutkan tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, sesuai bagi kemanusiaan. Ini penting artinya dan ini diperkuat oleh deklarasi Human Rights bahwa pekerja atau pekerjaan merupakan hak dasar hak asasi setiap warga negara.

"Kenapa saya mulai dari sini Karena untuk mengukur indeks negara itu maju atau tidak bahkan tujuan dari pembangunan kita itu adalah mengukur tingkat pengangguran dan kemiskinan itu kalau pengangguran nya tinggi pasti negara itu disebut negara tidak maju," pungkasnya.***


Loading...
www www