Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
21 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
21 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
21 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
9 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
6
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
10 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Shin Tae Yong Terpaksa Ubah Road Map Timnas Indonesia

Shin Tae Yong Terpaksa Ubah Road Map Timnas Indonesia
Kamis, 09 Juli 2020 20:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong memastikan segera datang ke Indonesia. Kepastian ini disampaikannya melalui surat yang dikirimkan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut menyatakan menghormati Ketua Umum PSSI dan meminta PSSI mempersiapkan hal-hal teknis untuk pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-19 dan Timnas Indonesia senior.

"Kami ingin informasi yang akurat tentang jadwal dan persiapan TC Timnas U-19 di Korea Selatan. Jadwal saya dan tim pelatih dari Korea Selatan ke Indonesia, lalu periode isolasi, tempat isolasi, dan jadwal selama periode isolasi," kata Shin Tae-yong.

Pelatih yang membawa Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu menambahkan roadmap untuk timnas U-19 dan timnas Indonesia senior akan diubah. Hal ini karena keterlambatan pemusatan latihan timnas U-19 di Korea Selatan karena kembalinya ia dan tim pelatih ke Indonesia.

Terkait Piala Dunia U-20 2021, Piala AFF 2020 dan 2022, serta peringkat FIFA timnas Indonesia, Shin menyatakan bahwa selama periode kontrak empat tahun, prioritasnya ialah meningkatkan landasan sepak bola Indonesia guna memperbaiki masalah mendasar dan meletakkan dasar bagi sepak bola Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

"Tujuan utama adalah untuk lolos dari fase grup pada Piala Dunia U-20 tahun 2021 dan juara Piala AFF 2022. Oleh karena itu, yang lebih penting adalah Piala AFC U-19 2020 dan Piala AFF 2020 sebagai proses bagi kita untuk naik ke level yang lebih tinggi. Tidak ada pelatih yang tidak bertujuan untuk meraih kemenangan. Tapi sekarang saatnya untuk menginvestasikan waktu dan upaya untuk hasil di masa depan. Tolong bantu saya untuk ini dengan semua orang di PSSI dan semua media yang peduli tentang sepak bola Indonesia," tambah Shin Tae-yong.

Pelatih berusia berusia 51 tahun tersebut berharap kenaikan peringkat FIFA suatu negara bukan karena target jangka pendek, tetapi karena manajemen strategis jangka panjang tim nasional dan hasil yang akan diraih ketika kinerja tim nasional membaik.

"Saya ingin mendapat dukungan semua pihak, sehingga kami dapat memberikan harapan kepada semua orang Indonesia melalui sepak bola selama masa sulit ini. Sekali lagi saya ingin bertemu Ketua Umum PSSI di Indonesia sesegera mungkin dan membahas tentang rencana kami," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengakui sudah membaca, mempelajari roadmap dan surat keinginan pelatih Shin Tae-yong.

"Iya saat ini PSSI menunggu Shin Tae-yong untuk kembali ke Indonesia bertemu dengan kami. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Shin Tae-yong untuk jadwal ke Indonesia. Visa dan kitas nya dia pun sudah ada," kata Mochamad Iriawan.

Terkait aturan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mengeluarkan peraturan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Larangan Warga Asing Datang ke Indonesia, Iriawan mengatakan tidak ada masalah. 

"Shin Tae-yong saya kita tidak menemui hambatan masuk ke Indonesia saat ini karena ia termasuk orang asing yang akan bekerja pada proyek strategis. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk proses ia kembali ke Indonesia," jelasnya. ***


Loading...
www www