Home  /  Berita  /  Payakumbuh

Hindari Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Hindari Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban
Rabu, 08 Juli 2020 13:36 WIB
PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mengimbau panitia kurban untuk menghindari penggunaan kantong plastik saat membagikan daging kurban kepada masyarakat.

"Penggunaan kantong plastik khususnya daur ulang selain membahayakan kesehatan, kantong plastik juga sulit terurai sehingga menjadi sampah atau limbah yang sulit diatasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh Dafrul Pasi di Payakumbuh, Rabu.

Menurut dia, pihaknya tengah menyiapkan imbauan tertulis yang akan disebar ke masjid-masjid yang menyelenggarakan kurban.

"Sekarang imbauannya sedang disiapkan, Insya Allah dalam waktu dekat sudah dapat diselesaikan dan akan langsung disebarluaskan," ujarnya.

Ia mengatakan imbauan ini meminta seluruh panitia kurban untuk dapat mengganti penggunaan kantong plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti dari daun pisang atau dari bambu.

"Sekarang kami memang fokus untuk mengurangi sampah plastik, karena sampah plastik terurainya lama," kata dia.

Terlebih, kata dia, penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam membagikan daging kurban juga dapat merusak kesehatan, karena kantong plastik mengandung limbah yang berbahaya bagi kesehatan.

"Apalagi yang kantong plastik berwarna hitam, itu kan sudah beberapa kali daur ulang yang kita tidak tau pernah digunakan untuk apa. Jadi tidak menggunakan kantong plastik tidak hanya untuk lingkungan, tapi juga kesehatan," sebutnya.

Ia mengakui imbauan pada 2019 belum maksimal karena penyebarluasan imbauan terlalu dekat dengan hari pelaksanaan kurban.

"Kalau tidak salah hanya seminggu sebelum pelaksanaan kurban, makanya sudah ada panitia yang membeli plastik. Ini yang tidak boleh terjadi lagi tahun ini," sebutnya.

Ia mengatakan surat yang tengah disiapkan tersebut masih sebatas imbauan dan belum disiapkan penghargaan ataupun hukuman bagi yang tidak melaksanakannya.

"Sekarang belum ada (penghargaan dan hukuman), karena ini mengubah kebiasaan tentu berangsur. Tapi kami harapkan agar seluruh masyarakat dan panitia kurban dapat mematuhi," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Umum, Sumatera Barat, Payakumbuh

wwwwww