Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
19 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
GoNews Group
9 jam yang lalu
Waspadai Covid 19,  Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
GoNews Group
19 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
20 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
5
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
GoNews Group
20 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
6
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen

Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
Anggota Komisi II Fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus. (Gambar: Tangkapan layar Zoom)
Selasa, 07 Juli 2020 17:20 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus, menduga ada 'penumpang' di proses revisi Undang Undang (UU) Pemilu. Dugaan ini, terkait dengan angka ambang batas parlemen (Parlementiary Threshold/PT).

"Memang yang mengonsep ini Komisi II, lewat TA, kemudian Tim Ahli, dan sebagainya. Tahu-tahu muncul saja angka 7%, berarti ada orang yang menumpang di dalamnya itu, bukan berdasarkan kepentingan Komisi II," kata politisi partai PAN itu dalam diskusi Forum Legislasi; 'Kemana Arah RUU Pemilu?', bersama koordinat wartawan parlemen di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Menurut legislator senior yang memulai karir politiknya dari kursi DPRD ini, jika merepresentasi Komisi II DPR RI, "tentunya (angka PT, red) akan variatif konsep yang dimasukkan, (bisa, red) 4%, 5%, 7%,".

"Berarti ada seseorang atau beberapa orang, apakah fraksi, yang berupaya untuk memasukkan. Artinya ini, secara formal draf ini mungkin apakah dari pimpin atau siapa saya tidak tahu," ujar Guspardi.

Sementara Fraksi PAN, Ia menegaskan, menginginkan agar PT tetap seperti aturan dalam UU yang lama yaitu 4%. Dari sekian banyak alasan, fakta bahwa sekira 13 juta suara pemilih pada pemilu sebelumnya, dan partai-partai baru gagal masuk ke Senayan, adalah hal yang patut dipertimbangkan dalam aspek demokrasi.

Kemudian, lanjut Guspardi, Ia berharap agar upaya-upaya untuk hanya mengakomodir partai-partai besar, tidak terjadi. Katanya, "Perlu kita jaga kebhinekaan, keberagaman,".

"Jadi jangan ada obsesi dalam rangka menerapkan 5% , 6% , 7% adalah dalam rangka mengeliminir partai-partai baru atau partai yang sudah ada mau dikurangi. Harusnya kita paham filosofi daripada NKRI ini apa; Kebhinekaan, oleh keberagaman," tandas Guspardi.

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Politik, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www