Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
20 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
2
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
19 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
3
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
17 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
4
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
5
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Nasional
19 jam yang lalu
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
6
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
17 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Persik Kediri Patuhi Aturan PSSI Soal Kontrak Pemain

Persik Kediri Patuhi Aturan PSSI Soal Kontrak Pemain
Selasa, 07 Juli 2020 19:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Merespon soal masalah renegosiasi kontrak pemain sebelum Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 dilanjutkan Oktober mendatang, Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih memilih mengikuti keputusan PSSI. Apalagi, soal kontrak pemain tercantum dalam surat keputusan pada 27 Maret lalu.

Selama Liga 1 2020 bergulir lagi, kontrak pemain sebesar 50 persen dari nominal kontrak sebelumnya. Hakim juga menyebut pihaknya akan mengikuti keputusan tersebut karena keputusan tersebut mengikat bagi klub-klub yang berada di bawah naungan PSSI.

Selain itu pasca kompetisi dihentikan selama empat bulan lebih klub-klub dihadapkan dalam kondisi sulit perihal masalah finansial, Hakim pun menegaskan akan segera melakukan negosiasi dengan para pemain tim berjuluk Macan Putih tersebut.

“Meski menjadi masalah yang sensitif, tapi semua stakeholder industri sepak bola wajib mengikuti keputusan tersebut,” tutur Hakim.

Sementara di sisi lain, Hakim menyambut baik itikad baik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memastikan bahwa subsidi untuk peserta kompetisi dipastikan cair.

Karena hal itu sangat berarti bagi Persik dan juga klub lain sebagai sumber pembiayaan selama melanjutkan kompetisi di tengah masa pandemi virus Covid-19 seperti saat ini.

Apalagi kebutuhan klub cukup banyak untuk mengarungi lanjutan kompetisi sedangkan pemasukan klub juga terbatas jika kompetisi dilanjutkan tanpa kehadiran penonton. ***


Loading...
www www