Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
Peristiwa
21 jam yang lalu
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
2
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
20 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
3
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Hukum
21 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
4
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Peristiwa
20 jam yang lalu
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
5
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Kesehatan
20 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
6
Hina Nabi Muhammad, Buku Agama SD di Pangkalpinang Ditarik
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Hina Nabi Muhammad, Buku Agama SD di Pangkalpinang Ditarik
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona

Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil. (Istimewa)
Selasa, 07 Juli 2020 12:07 WIB

JAKARTA - Kalangan anggota dewan mengaku heran kenapa Kementerian Pertanian tidak dilibatkan dalam program ketahanan pangan yang dimiliki pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Kenapa ya (Kementan) tidak diajak sama Presiden? Kan ada tiga menteri tuh PUPR, Erick Thohir, satu lagi apa gitu, diajak untuk ketahanan pangan. Nama dia (Kementan) enggak disebut saya lihat," kata anggota DPR, M. Nasir Djamil, Selasa (7/7/2020).

Presiden Joko Widodo memang menugaskan kepada tiga menteri secara khusus untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Menteri tersebut yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Nasir justru lebih heran lagi, sekarang Kementan malah mau memproduksi kalung anti corona yang jelas-jelas belum ada uji klinis mengenai kalung tersebut, apakah ampuh membasmi virus. "Lebih bagus dia fokus saja di program ketahanan pangan, artinya kalau memang kalung corona itu kemudian ada uji klinisnya dan itu berkolerasi dengan petani, enggak ada masalah," katanya.

"Justru masalah kalau enggak ada korelasinya dengan petani Indonesia, apalagi belum ada uji klinis," imbuh Nasir.

Dia berharap Mentan Syahrul Yasin Limpo fokus membangun ketahanan pangan. Pasalnya, krisis pandemik ini tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir, dan pemerintah harus mampu menjaga ketersediaan pangan.

"Artinya itu menampung milik warga itu lebih bagus lagi, kalau kalungnya dari herbal kemudian tidak berkolerasi dengan petani orang nanti mempertanyakan," ujar Nasir Djamil.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.id
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www