Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
13 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
15 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
GoNews Group
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
4
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
18 jam yang lalu
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
5
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
GoNews Group
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
6
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
GoNews Group
18 jam yang lalu
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat

Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Minggu, 05 Juli 2020 10:58 WIB
JAKARTA - Langkah Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memproduksi massal kalung anti virus corona dengan bahan dasar kayu putih, mulai mendapat sorotan tajam. Apalagi dalam memproduksi kalung tersebut, Kementan justru menggandeng swasta yakni PT Eagle Indo Pharma atau produsen Cap Lang dan bukan BUMN Farmasi milik negara.

Menurut rilis Kementan, pembuatan kalung ini sebagai usaha Pemerintah berkontribusi mengatasi pandemi Covid-19. Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung produksi dan usaha anak bangsa.

Di media sosial banyak netizen yang mempertanyakan kenapa Kementan mengajak swasta sementara ada BUMN negara yang juga bisa membuat hal yang sama. Misalnya Kimia Farma, Indofarma dan Biofarma. Perusahaan obat dan vaksin milik negara itu dinilai sangat mampu memproduksinya.

Apalagi sampai saat ini belum ada hasil uji lab yang bisa dipertanggungjawabkan terkait kebenaran khasiat kayu putih untuk menangkal virus corona. Banyak netizen menyarankan Kementan agar berkoordinasi dengan BUMN farmasi tersebut. Agar rakyat sebagai konsumen mendapatkan obat yang benar berkhasiat dan bukan dicap sebagai ajian jimat.

"Ini belum ada hasil uji klinisnya, tiba-tiba sudah jadi kalung anti virus corona. "Ajaib benar negeriku," ujar netizen, Arya. Kontroversi soal kalung ini juga belum direspon oleh pihak Kementerian Kesehatan dan Badan POM sebagai otoritas yang paling berwenang soal pengadaan, produksi dan pengawasan obat.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : gelora.co
Kategori : GoNews Group, Politik, Pemerintahan, Peristiwa

Loading...
www www