Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
14 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
16 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
GoNews Group
22 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
4
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
19 jam yang lalu
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
4 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
6
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
GoNews Group
19 jam yang lalu
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata

Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Ilustrasi. (Net)
Jum'at, 03 Juli 2020 13:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi I DPR RI memanggil operator seluler untuk meminta penjelasan perusahaan terkait pandemi Covid-19. Tiga operator seluler yang diundang adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL Axiata.

Dalam Rapat tersebut, Komisi I DPR RI menanyakan sejumlah agenda, langkah strategis operator Telekomunikasi dalam penanganan pandemi Covid-19. Karena, sejumlah aktivitas saat pandemi Covid-19 ini, semua kegiatan hampir rata-rata sangat tergantung pada layanan data yang diberikan operator. 

Seperti proses belajar mengajar dan bekerja di rumah, rapat virtual dll. Aktivitas ini menurut anggota DPR-RI Dapil Banten I, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, sangat-sngat membutuhkan sinyal yang stabil dan kuat.

Namun, menurut dia tidak semua wilayah mendapatkan sinyal yang stabil. Seperti daerah Banten atau pesisir barat yang tidak didukung sinyal yang memadai. Padahal jika dilihat wilayah tersebut tidak terlalu jauh dari Jakarta. "Kalau dilihat kan Banten tidak terlalu jauh dari Jakarta, berkisar 2 jam perjalanan jika ditempuh, tapi sinyal tidak baik, padahal mereka harus melakuan belajar dari rumah. Tentunya ini menjadi kendala buat mereka, dan menggangu proses belajar mereka" ujar Rizki.

Rizki pun menanyakan kepada tiga operator yang hari ini memenuhi panggilan Komisi I DPR RI, mengenai hal tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menjelaskan, saat ini memang ada tempat yang belum didukung sinyal sama sekali. Tetapi ada juga tempat yang sudah didukung sinyal, namun kebutuhannya meningkat, sehingga kualitasnya menjadi kurang baik.

Dan upaya itu terus dilakukan Telkomsel secara konsisten. Telkomsel melakukan drive test untuk mengetahui kecukupan sinyal. "Terus meningkatkan kualitas jaringan, upgrade terus menerus, karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda-beda," ujarnya.

Setyanto Hantoro mengatakan untuk daerah yang belun terjamah sinyal, Telkomsel telah menggelar program Base Transceiver Station (BTS) Merah Putih (Menembus Daerah Perdesaan, Industri Terpencil, dan Bahari). "Proyek Merah Putih diharapkan memberikan solusi agar masyarakat di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi bisa menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia, dan kalau daerah
yang pengembalian masih jauh Telkomsel bekerjasama dengan Bakti," tukasnya.

Hal yang sama diutarakan Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo Arief Musta’in, Indosat kata Dia, akan melakukan ekspansi jaringan. Dikatakan dia, bahwa hingga akhir tahun Indosat mentargetkan akan membangun 4000. Indosat juga memiliki program bersama Bakti, upgrade dari 2G menjadi 4G. Karena diakui Arief jika saat ini wilayah masih 2G sedikit kesulitan mengakses internet yang saat ini menggunakan online.

Dan menurut Arief membangun 4000 BTS pun tidak selalu berjalan dengan baik, diakuinya, Indosat mengalami kendala menyangkut suplai. Ada suplai manufacture sudah tersedia di Indonesia, namun untuk menuju lokasi terkendala PSBB.Tapi diakuinya hal itu bukan masalah regulasi, melainkan mitra penyedia manufakture yang mengalami kendala

"Tapi Kominfo pun memberikan surat khusus, kami hanya menunjukan surat jika ada kebutuhan pergerakan logistik, sehingga sejauh ini kami komitmen, sampai akhir tahun akan terus membangun," urainya.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, menyatakan, pihaknya terus memantau informasi dari masyarakat dan sistem monitoring jaringan Customer Experience and Service Operation Center yang ada di kantor pusat XL Axiata, untuk mengetahui di area mana saja terjadi kenaikan trafik.***


Loading...
www www