Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
24 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
22 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
22 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
5
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
6
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
GoNews Group
14 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Loading...
Home  /   Berita  /   Kesehatan

Walau di Rumah Aja, Angka Kehamilan di Padang Normal, tak Ada Kenaikan

Walau di Rumah Aja, Angka Kehamilan di Padang Normal, tak Ada Kenaikan
Ilustrasi (net)
Kamis, 02 Juli 2020 12:21 WIB
PADANG - Walau bekerja di rumah selama pandemi Covid-19, tingkat kehamilan di Padang normal. Hal ini berbeda dengan daerah lain yang mengalami lonjakan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang memastikan angka kehamilan baru relatif terkendali selama pandemi Covid-19 dalam tiga bulan terakhir kendati diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

''Meski dalam tiga bulan terakhir warga lebih banyak berdiam di rumah, dari data yang dihimpun hingga Puskesmas tidak terjadi lonjakan jumlah ibu hamil baru,'' kata Kepala Dinkes Kota Padang, Ferimulyani Hamid di Padang, Kamis (2/7/2020).

Menurut dia terkendalinya angka kehamilan baru juga merupakan salah satu indikasi keberhasilan program Keluarga Berencana di Padang.

Ia menyebutkan dalam setahun di Padang jumlah kehamilan baru mencapai 18 ribu orang.

''Berbeda dengan daerah lain yang mengalami lonjakan, di Padang relatif stabil sampai bulan ini,'' kata dia.

Feri menyampaikan aseptor KB di Padang lebih banyak memakai alat jangka panjang seperti IUD atau spiral dan inplan.

Kalau memakai KB suntik setiap satu bulan atau tiga bulan akan berpengaruh terhadap angka kehamilan karena warga tidak keluar rumah.

Pada sisi lain untuk meningkatkan pelayanan jajaran di Puskesmas Andalas menciptakan inovasi berupa aplikasi ayo chating layanan khusus untuk ibu hamil, bayi dan balita melalui telepon pintar.

Aplikasi ini untuk mengetahui tumbuh kembang bayi, balita dan ibu hamil sehingga tidak perlu melakukan kontak langsung dengan petugas.

Penggunaannya juga mudah cukup mengunduh di playstore kemudian memakainya dan jika perlu ada komunikasi dengan petugas dilanjutkan lewat chating. Kemudian bila ada hal yang perlu diperiksa secara langsung yang mengharuskan pasien baru datang ke Puskesmas. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Kesehatan, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www