Home  /  Berita  /  Feature

Kisah Greta, Bersyahadat di Usia Senja Setelah Saksikan Putrinya Sujud

Kisah Greta, Bersyahadat di Usia Senja Setelah Saksikan Putrinya Sujud
Ilustrasi. (int)
Rabu, 01 Juli 2020 10:29 WIB
PENCARIAN panjang Greta tentang keyakinan yang benar akhirnya membawanya menjadi mualaf. Hidayah itu baru diperoleh Greta saat usianya sudah lebih 70 tahun.

Dikutip dai Republika.co.id yang melansir laman Aboutislam.net, Greta dibesarkan dalam keluarga dari imigran Italia yang tinggal di Amerika Serikat. Greta bercerita, ia adalah seorang yang taat dalam agama yang ia anut sebelumnya.

Ia dibesarkan sebagai penganut agama orangtuanya yang begitu taat. Mereka kerap pergi dan berdoa di rumah ibadah yang mereka anut.

Ia kemudian memutuskan menikah dengan seorang pria penganut Lutheranisme. Keputusannya itu sangat mengecewakan orang tuanya. Kendati begitu, ia mengaku tidak benar-benar meninggalkan agama sebelumnya.

Walaupun, ia juga mulai bergabung dengan suaminya di rumah ibadahnya. Greta merasa menyukai cara hati yang riang dari rumah ibadah Lutheran. Meski begitu, ia tidak pernah merasakan kenyamanan di sana.

Ketika suaminya mulai jarang menghadiri ritual di rumah ibadah, ia mulai mencoba mengunjungi banyak rumah ibadah. Ia mengungkapkan, suaminya tidak keberatan dengan langkahnya itu. Di sisi lain, orang tuanya pun tidak mengetahui hal itu.

''Namun, meskipun variasi yang berbeda menarik, saya tidak pernah menemukan apa yang saya cari. Kebenaran,'' ungkap Greta, dilansir di Aboutislam.net, Sabtu (27/6).

Dari pernikahannya dengan seorang Lutheran itu, ia memiliki anak-anak, yang kemudian tumbuh dewasa. Mereka meninggalkan rumah dengan kehidupannya masing-masing. Kemudian, suaminya meninggal.

Dalam kondisi seperti itu, Greta masih mencari rumah ibadah yang tepat dan jalan yang tepat untuk mendekati kebenaran. Akhirnya, ia mulai menghadiri rumah ibadah tetangganya.

''Itu masalah kenyamanan. Saya tidak suka mengemudi jarak jauh lagi dan gereja lokal berada dalam jarak jalan kaki. Saya kenal orang-orang itu dan mereka juga membantu saya ketika saya membutuhkan bantuan,'' lanjutnya.

Semua anak Greta memutuskan untuk tinggal di luar negeri. Itu sebabnya, ia merasa senang dengan bantuan dari komunitas rumah ibadah yang masih muda. Namun demikian, masih ada keinginan membara dalam jiwanya untuk mengetahui kebenaran.

Keinginannya yang kuat untuk menemukan kebenaran membuatnya kerap berdoa. Hingga suatu malam setelah ia pulang dari rumah ibadah, ia mulai membuka hatinya kepada Tuhan dan memohon kepada Sang Pencipta untuk membimbingnya pada kebenaran.

''Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin mengetahui kebenaran. Untuk menyembah Dia sebagaimana Dia layak disembah. Itu adalah doa paling tulus yang pernah saya lakukan,'' ujarnya.

Beberapa pekan kemudian, putrinya yang tinggal di Mesir mengunjunginya setelah beberapa tahun mereka tidak bertemu. Greta begitu senang sekaligus terkejut. Sebab, putrinya kala itu mengenakan jilbab.

Ketika ia melihat putrinya di pintu, Greta diingatkan akan doanya kepada Tuhan. Dalam hatinya ia bertanya pada diri sendiri, apakah anaknya membawa jawaban akan doanya. Namun saat itu ia tidak bertanya tentang jilbab putrinya selama beberapa hari dan putrinya pun tidak menyebutkan apa-apa.

Suatu sore, Greta melihat putrinya melakukan shalat. Saat sujud, ia segera menutup pintu agar tidak mengganggunya. 

''Bayangan putri saya berlutut dengan kepala di lantai sangat mengesankan saya. Dan lagi, saya bertanya-tanya apakah Tuhan telah mengirimnya sebagai jawaban atas doa saya,'' katanya.

Pada suatu malam usai makan malam, Greta akhirnya memberanikan diri bertanya kepada putrinya perihal agamanya. Putrinya kala itu mengatakan bahwa ia tidak lagi menganut agama sebelumnya yang sama seperti Greta. Mereka berbicara lama setelah itu.

Saat itu, putrinya membawa Alquran dan buku catatannya, lalu menjelaskan semuanya kepadanya. Putrinya juga membahas soal Yesus dan Nabi Muhammad SAW. Greta hanya mendengarkan penjelasan putrinya.

Terhanyut dalam penjelasan putrinya membuat air matanya terus mengalir. Greta merasa sangat yakin jika Tuhanlah yang telah mengirim putrinya kepadanya sebagai jawaban atas doa-doanya. Selama ini, Greta tak henti berdoa meminta agar Tuhan membimbingnya pada kebenaran.

''Inilah kebenarannya. Saya sangat yakin. Ketika dia selesai menjelaskan penjelasannya, saya hanya memeluknya. Dan bertanya kepadanya: Mengapa tidak ada yang memberi tahu saya tentang ini sebelumnya?''

Pada momen itulah, tepatnya di meja dapur rumahnya pada tengah malam, ia menerima kebenaran tentang Islam. Greta merasakan penyesalan, sebab di usia senja ia baru menemukan ajaran agama yang selama ini ia cari. Bagaimanapun, ia merasa begitu bersyukur karena Tuhan akhirnya menunjukannya jalan kebenaran.

''Saya harus mencapai usia tua untuk akhirnya menemukan kebenaran. Satu-satunya penyesalan yang saya miliki adalah tidak ada yang memberitahu saya tentang Islam sebelumnya. Tapi saya kira, ini juga bagian dari kebijaksanaan Tuhan dalam membimbing saya pada kebenaran,'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Feature
GoSumbar.com Kisah Mualaf Vanni, Pertanyaannya Tentang Iman Terjawab Setelah Baca Buku Christ in Islam
GoSumbar.com Sempat Tak Dianggap Anak karena Nakal, Ibunya Sangat Bersyukur Setelah Wendi Lofu Mualaf
GoSumbar.com Kisah Mualaf Katrin, Bersyahadat Setelah 10 Tahun Dengar Lantunan Bacaan Ayat-ayat Alquran
GoSumbar.com Kisah Pendeta yang Menyamar Belajar Aritmatika kepada Sarjana Muslim, Belakangan Jadi Paus Silvester II
GoSumbar.com Ini Kisah di Balik Fenomena Anak Bermata Biru di Pekanbaru
GoSumbar.com Sederhananya Rumah Rasulullah SAW, Hanya 3,5 x 5 Meter
GoSumbar.com Kisah Jablah, Setelah Mualaf, Murtad Lagi Usai Menunaikan Ibadah Haji
GoSumbar.com Kisah Syekh Syarawi, Ulama Besar yang Dipergoki Marbot Bersihkan Toilet Masjid Tengah Malam
GoSumbar.com Noor Makki, Bocah Usia 4 Tahun yang Hafal Alquran
GoSumbar.com Kisah Mualaf Profesor Matematika, Bersyahadat Setelah Baca Surat Az-Zariyat Ayat 52-53
GoSumbar.com Kisah Mualaf Santiago, Pria Tampan Asal Ekuador yang Bersyahadat di Bandung karena Kumandang Azan
GoSumbar.com Brigjen TNI Tetty Melina Lubis: Jilbab Tak Halangi Karier di Militer
GoSumbar.com Kisah Mualaf Ornella, Mahasiswi Teknik Sipil yang Bersyahadat Setelah Baca Buku Rahmatan Lil Alamin
GoSumbar.com Kisah Mualaf Caroline, Pekerja Bar yang Bersyahadat Saat Pandemi Corona, Kini Jadi Penjahit Jilbab
GoSumbar.com Kisah Karima Menjadi Muslimah, Bermula dari Tugas Kelompok Meneliti Perayaan Idul Adha
GoSumbar.com Kisah Natalia Iriani, Bersyahadat Setelah Mantap Meyakini Nabi Isa Hanyalah Utusan Allah
GoSumbar.com Kisah Mualaf Jaksa Farai Museta, Bermula dari Guru Ateis yang Mendorongnya Berpikir Kritis
GoSumbar.com Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
wwwwww