Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
21 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
6 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
3
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
18 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
4
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
18 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
5
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Kesehatan
24 jam yang lalu
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
6
Ratusan Pengemudi Go-jek di Padang Gelar Unjuk Rasa
Padang
21 jam yang lalu
Ratusan Pengemudi Go-jek di Padang Gelar Unjuk Rasa
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Polresta Padang Tangkap 12 Napi Asimilasi karena Kembali Berulah

Polresta Padang Tangkap 12 Napi Asimilasi karena Kembali Berulah
Salah seorang narapidana penerima porgram asimilasi yang ditangkap dan ditembak Polresta Padang beberapa waktu lalu. (ANTARA/Fathul Abdi)
Selasa, 30 Juni 2020 18:10 WIB
PADANG - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat menangkap 12 narapidana yang keluar penjara setelah menerima asimilasi sejak program tersebut digulirkan di daerah setempat.

"Sejak asimilasi diberikan sampai saat ini, ada 12 narapidana yang kami tangkap karena kembali melakukan tindak pidana," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang AKP Rico Fernanda di Padang, Selasa.

Ia mengungkapkan saat ini para "penjahat kambuhan" itu telah diproses atas pidana yang mereka lakukan.

"Rata-rata kasus yang dilakukan adalah dugaan pencurian, pencurian kendaraan bermotor, dan lainnya," katanya.

Selain itu lima dari 12 narapidana tersebut dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

"Karena memberikan perlawanan, kami mengambil tindakan tegas dan terukur berupa penembakan untuk melumpuhkan," katanya menegaskan.

Beberapa penembakan itu diterima oleh napi asimilasi adalah RF (30) yang ditangkap karena kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor pada Minggu (28/6) malam.

Ia dibekuk petugas di depan kantor Dinas PU Provinsi Sumbar, di Jalan Taman Siswa Alai Parak Kopi.

Napi lainnya adalah YA (22) yang ditangkap pada Kamis (7/5) malam atas kasus dugaan pencurian dengan kekerasan degan modus begal.

Ia ditangkap bersama empat rekan lainnya karena diduga telah melakukan kasus pencurian dengan kekerasan (begal), dan pencurian sepeda motor.

Saat ditangkap Yogi sempat memberikan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur berupa penembakan.

Dari pemeriksaan ia mengaku telah melakukan tindak pencurian dengan kekerasan (begal) di depan Puskesmas Alai, Padang Utara. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Hukum, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www