Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
17 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
17 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
21 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
17 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
17 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
13 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Agam

92 Tenaga Kerja Agam yang Dirumahkan Segera Kembali Bekerja

92 Tenaga Kerja Agam yang Dirumahkan Segera Kembali Bekerja
Selasa, 30 Juni 2020 16:11 WIB
LUBUK BASUNG - Sebanyak 92 tenaga kerja di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang dirumahkan selama wabah COVID-19 akan kembali bekerja di perusahaan mereka.

"Sudah ada kabar mereka akan dipangil kembali oleh perusahaan, karena di masa normal baru aktivitas usaha sudah bisa dilakukan kembali," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Agam Widyastuti didampingi Kasi Tenaga Kerja Kusma Beti di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan, seluruh perusahaan tempat 92 tenaga kerja yang dirumahkan juga sudah mulai beroperasi saat normal baru.

Ke 92 tenaga kerja itu bekerja di perhotelan, rumah makan, trasportasi dan lainnya.

"Kami juga akan melakukan penelusuran ke perusahaan itu untuk mendata tenaga kerja yang dirumahkan pada awal Juli 2020, apakah mereka sudah kembali bekerja atau tidak," katanya.

Ia menambahkan, di Agam sebanyak 112 tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan untuk sementara waktu sebagai dampak mewabahnya COVID-19.

Ke 112 tenaga kerja itu di PHK sebanyak 20 orang, dan dirumahkan 92 orang setelah perusahaan terdampak COVID-19.

Khusus untuk tenaga kerja yang di PHK, katanya, telah habis masa kontrak dan perusahaan perhotelan itu tidak memperpanjangnya lagi.

Sedangkan tenaga kerja yang dirumahkan mendapatkan konpensasi dari perusahaan mereka.

Tenaga kerja yang di PHK itu bisa mengisi kartu pra kerja yang telah disediakan pemerintah. Data mereka itu bakal diseleksi oleh Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Apabila dinyatakan lolos, maka mereka akan mendapatkan pelatihan sesuai keterampilan yang dimiliki.

"Pelatihan itu akan dilakukan setelah berlalunya COVID-19," katanya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Agam

Loading...
www www