Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
18 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
3
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
16 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
4
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
16 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
5
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
3 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
6
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Kesehatan
22 jam yang lalu
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Loading...
Home  /   Berita  /   Sepakbola

Utang Pemerintah ke Pertamina Nyaris Tembus Rp100 Triliun

Utang Pemerintah ke Pertamina Nyaris Tembus Rp100 Triliun
Ilustrasi. (Net)
Senin, 29 Juni 2020 18:24 WIB

JAKARTA - PT Pertamina mengungkapkan besaran utang pemerintah kepada perusahaan itu telah mencapai Rp96,5 triliun.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan utang tersebut merupakan akumulasi kompensasi pemerintah atas selisih harga jual eceran pada dari 2017, 2018, dan 2019.

Pada 2017 utang sebesar Rp20,78 triliun, pada 2018 sebesar Rp44,85 triliun, serta utang 2019 sebesar Rp30,86 triliun.

"Pemerintah akan membayar pada tahun ini sebanyak Rp45 triliun sehingga masih ada sisa Rp51 triliun," ujar Nicke dalam rapat kerja bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Senin(29/6).

"Rencananya utang itu akan dibayar tahun depan dan tahun depannya lagi," katanya lagi.

Menurut Nicke, pembayaran utang tahun ini sangat membantu arus kas Pertamina memiliki total belanja modal sebesar USD6,2 miliar.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www