Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
18 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
3
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
16 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
4
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
16 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
5
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
3 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
6
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Kesehatan
22 jam yang lalu
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Permohonan Justice Collaborator Imam Nahrawi Ditolak

Permohonan Justice Collaborator Imam Nahrawi Ditolak
Imam Nahrawi (Merdeka.com)
Senin, 29 Juni 2020 22:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Rosmina menolak permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Sebelumnya, dalam sidang pleidoi kasus suap dan gratifikasi yang menjeratnya, Imam Nahrawi mengajukan permohonan menjadi JC.

"Menyatakan menolak permohonan justice collaborator yang diajukan oleh terdakwa," kata Rosmina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (29/6/2020).

Hakim menyatakan Imam terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap Rp 11,5 miliar untuk pencairan dana hibah KONI.

Selain itu, Imam juga menerima gratifikasi sebesar Rp 8,3 miliar melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

"Majelis hakim berkesimpulan bahwa seluruh unsur pasal yang didakwakan kepada terdakwa dalam dakwaan kesatu pertama dan kedua telah terpenuhi," ujar hakim.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp 400 juta," imbuhnya.

Sebelumnya, pada sidang yang beragendakan pledoi, Imam meminta permohonan dirinya sebagai justice collaborator diterima oleh hakim. Imam juga berjanji akan membantu mengungkap aliran dana tersebut.

"Demi Allah, demi Rasulullah, saya akan membantu majelis hakim yang mulia, jaksa penuntut umum, dan KPK untuk mengungkap aliran dana Rp11,5 miliar ini, dan saya mohon majelis hakim yang mulia, kabulkan saya sebagai justice collaborator untuk mengungkap Rp11,5 miliar ini," ujar Imam saat membacakan, Jumat (19/6/2020) lalu. ***


Loading...
www www