Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
13 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
3
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
11 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
4
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Peristiwa
14 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
11 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
11 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Pengamat: Mau Ganti Menteri 3x Sehari Gak Ngaruh, Akar Masalahnya di Pucuk Pimpinan

Pengamat: Mau Ganti Menteri 3x Sehari Gak Ngaruh, Akar Masalahnya di Pucuk Pimpinan
Ilustrasi. (Net)
Senin, 29 Juni 2020 16:22 WIB
JAKARTA - Wacana Jokowi melakukan reshuffle para menterinya dikomentari oleh pengamat politik Abdurrahman Syehbubakar. Ia menilai permasalahan bangsa Indonesia saat ini ada di puncak pimpinan negara, bukan pada kabinet.

Walaupun menteri diganti, dinilai tidak akan berpengaruh terhadap kinerja pemerintah.

"Mau ganti menteri 3 x sehari tidak berpengaruh pada kinerja rezim karena bukan akar masalahnya. Akar masalahnya adalah pucuk pimpinan," tulis Abdurrahman Syehbubakar di akun Facebook-nya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memperlihatkan sikap marah terhadap para menteri di rapat internal kabinet.

"Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," kata Jokowi seperti arahannya kepada Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas 18 Juni 2020 lalu, sebagaimana ditayangkan channel YouTube Setpres pada Minggu (28/6/2020).

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," kata Jokowi.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Gelora.co
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Politik, GoNews Group

Loading...
www www