Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
16 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
15 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
15 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
23 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
23 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
23 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya

Warganet Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever, Ini Penyebabnya
Logo baru Unilever berwarna pelangi yang identik dengan warna LGBT. (hops.id)
Jum'at, 26 Juni 2020 11:43 WIB
JAKARTA - Warganet di Indonesia menyerukan pemboikotan produk-produk Unilever. Warganet bahkan telah membuat tagar #BoikotUnilever.

Dikutip dari Sonora.id, ajakan pemboikotan ini terkait dengan dukungan Unilever terhadap kelompok lesbian, gay, bisexsual dan transgender (LGBT).

Perusahaan induk Unilever menyatakan dukungannya terhadap gerakan LGBTQI+. Mereka juga mengubah warna logo U menjadi berwarna pelangi seperti logo LGBTQI+.

Dukungan Unilever tersebut dituliskan pihak Unilever melalui media sosial Instagram @unilever pada 19 Juni 2020.

''Kami berkomitmen membuat kolega LGBTQI+ kami bangga dengan kami. Itu sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini,'' tulis Unilever.

''Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,'' jelasnya.

Seruan warganet pun ramai di media sosial. Beberapa dari mereka menuliskan ancaman untuk melakukan boikot produk Unilever.

''#BoikotUnilever,'' ucap @rinaluthh.

''Auto ganti ke produk lain, berhenti pakai produk Unilever,'' ungkap @akhwat_1092.

Sekedar diketahui, perusahaan yang berbasis di Belanda ini bahkan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini. Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.***

Editor : hasan b
Sumber : sonora.id
Kategori : Peristiwa, Umum

Loading...
www www