Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
17 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
GoNews Group
7 jam yang lalu
Waspadai Covid 19,  Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
GoNews Group
17 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
19 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
5
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
GoNews Group
18 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
6
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
GoNews Group
15 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Era New Normal, Gus Jazil: Proses Pendidikan harus Tetap Jalan

Era New Normal, Gus Jazil: Proses Pendidikan harus Tetap Jalan
Jum'at, 26 Juni 2020 02:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Mencari ilmu merupakan suatu tuntunan hidup yang wajib ditempuh dari ayunan hingga liang lahat. Dengan ilmu itulah seseorang bisa sukses hidupnya.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, dalam acara diskusi dengan tema "Covid-19 di Tengah Masa Kenormalan Baru" yang disiarkan secara langsung oleh salah satu station radio di Jakarta, 25 Juni 2020. "Ilmu dapat mengangkat deradjad hidup seseorang," tuturnya.

Lebih lanjut, dikatakan suatu bangsa maju atau tidak akan ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM)-nya. Dari sinilah politikus PKB itu menegaskan arti penting akan pendidikan dan kewajiban untuk meraihnya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu mengakui dunia pendidikan di Indonesia dan di banyak negara lain yang juga terdampak pandemi Covid-19 terganggu. Akibat adanya larangan berkerumun membuat sekolah ditutup. Sebagai gantinya proses pendidikan dilakukan degan cara jarak jauh, seperti lewat online.

Untuk itu Koordinator Nasional Nusantara Mengaji menegaskan agar pemerintah tanggap memberi pelayanan publik dalam masa new normal. Diungkapkan, salah satu yang harus diperhatikan pemerintah dalam dunia pendidikan dalam masa new normal adalah memberikan layanan penyediaan internet. "Kita butuh jaringan komunikasi yang bagus," tuturnya.

Dengan jaringan yang bagus dan ketersediaan internet maka proses pendidikan akan tetap berlangsung.

Dirinya sedih ketika proses pendidikan selama masa PSBB, stay at home, work from home, terganggu. Bila demikian terus terjadi menurut Jazilul Fawaid akan menyebabkan hilangnya satu generasi. "Anak-anak selama masa pandemi Covid-19 jadi kekurangan asupan pendidikan," ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah agar memperhatkan dunia pendidikan seperti pemerintah juga memperhatikan dunia usaha. Diakui sekarang kebutuhan internet merupakan kebutuhan primer. "Dulu kebutuhan primer sandang, pangan, dan papan, sekarang ditambah dengan kebutuhan internet," tegasnya.

Menurut Gus Jazil, yang terdampak dari pandemi Covid-19 tidak hanya dunia pendidikan umum. Dunia pendidikan pesantren pun juga terkena dampak yang sama.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada pemerintah juga memperhatikan pendidikan pesantren. Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu mengajak semua untuk mengambil hikmah dari wabah Covid-19 yang melanda sejak awal tahun 2020. Dengan adanya wabah membuat manusia dituntut untuk hidup bersih. "Bersih badan dan lingkungan," paparnya.

Untuk mengatasi Covid-19, disaat vaksin belum ditemukan, Jazilul Fawaid meminta semua untuk waspada. Diharapkan semua mematuhi aturan protokol kesehatan yang diberlakukan. Dicontohkan, aktivitas di Komplek Parlemen sudah menerapkan protokol kesehatan.

"Namun yang sifatnya kerumunan masih kita hindari. Meski hidup dalam masa pandemi, kita jangan kehilangan produktifitas," ucapnya.

Paling penting dalam masa pandemi Covid-19 menurut Jazilul Fawaid adalah penanganannya. "Jangan sekadar membuat konferensi press tentang perkembangan jumlah orang tertular," ucapnya.

Untuk menyatakan daerah itu merah atau hijau, ia mengusulkan wilayah yang diukur adalah luasan kecamatan. Kalau wilayah yang diukur kabupaten akan merugikan masyarakat. "Dengan demikian tidak semuanya ditutup," ungkapnya.

Hal demikian diusulkan sebab ada wilayah-wilayah kecamatan yang berada pada zona hijau.

Dalam closing statement, Jazilul Fawaid mengatakan, kita akan memenangkan perlawanan melawan Covid-19 bila dilakukan dengan kebersamaan dan saling bantu.

"Dalam masa new normal kita melakukan aktivitas seperlunya, sepentingnya, saja dengan menerapkan protokol kesehatan," paparnya.***


Loading...
www www