Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
19 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
3
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
4 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
4
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
17 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
5
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
17 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
6
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Kesehatan
23 jam yang lalu
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Selain Tolak RUU HIP, Massa Desak MPR Gelar Sidang Istimewa untuk Berhentikan Jokowi

Selain Tolak RUU HIP, Massa Desak MPR Gelar Sidang Istimewa untuk Berhentikan Jokowi
Rabu, 24 Juni 2020 18:07 WIB
JAKARTA - Pekikan 'Turunkan Presiden Joko Widodo' lantang terdengar dalam aksi bertajuk "Selamatkan NKRI dan Pancasila Dari Komunisme" di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (24/6).

Tuntutan itu disampaikan langsung Koordinator Lapangan Aksi Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, Ustaz Edy Mulyadi saat berorasi

Di atas mobil komando, Edy Mulyadi menyampaikan beberapa tuntutan atas adanya pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di DPR RI.

"Jadi kita minta (RUU HIP) ditolak dan dicabut dari prolegnas. Dua, kita minta diusut mereka yang menjadi inisiator dan konseptor RUU HIP karena mereka telah mencoba kembali menghidupkan ajaran komunisme," teriak Edy Mulyadi.

Selain itu, Edy Mulyadi pun menegaskan meminta agar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) segera menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi, jika RUU tersebut tetap dibahas

"Kita minta agar MPR menggelar sidang istimewa untuk, untuk apa? Untuk memberhentikan Presiden Jokowi karena dia telah memberikan peluang yang besar bagi bangkitnya PKI yang komunis, betul?" teriak Edy yang disambut takbir dari massa aksi.

"Jadi kita mendesak sidang MPR untuk? Memberhentikan presiden, kita tidak makar saudara, kita tidak sedang menggulingkan kekuasaan, kita tidak sedang kudeta saudara, kita sebagai rakyat mendesak MPR melakukan sidang istimewa," sambungnya.

Tak hanya itu, Edy pun meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menghentikan kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang mengkritisi pemerintah.

"Karena terjadi ketidakadilan yang luar biasa, kedzaliman yang luar biasa, mereka menggunakan UU ITE untuk memberangus lawan politik penguasa betul?" pungkas Edy.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Politik, GoNews Group

Loading...
www www