Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
20 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
18 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
18 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
18 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
5
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
GoNews Group
18 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
6
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Loading...
Home  /   Berita  /   Solok

Sejumlah Pedagang Pasar Raya Solok Tolak Tes Usap

Sejumlah Pedagang Pasar Raya Solok Tolak Tes Usap
Tes usap bagi pedagang Pasar Solok dilakukan tenaga medis RSUD Banda Panduang, Kota Solok, Selasa (23/6/2020). ANTARA/HO-Aspri
Selasa, 23 Juni 2020 23:17 WIB
SOLOK - Sejumlah pedagang dari Pasar Raya Solok, Sumatera Barat menolak tes usap yang direncanakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Solok pada Selasa (23/6) di RSUD Banda Panduang.

Salah seorang pedagang Kota Solok, Hariati (35) mengatakan dirinya menolak mengikuti tes usap karena merasa sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik saat berjualan dan tidak ada kontak dengan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit (PPT).

"Saya belum siap tes. Selain itu, takut juga ikut tes usap karena kemungkinan ada pedagang yang positif di RSUD Banda Panduang," ujarnya.

Ia berharap adanya tes usap ini mengurangi penularan COVID-19 di Kota Solok, karena terdeteksi dari awal. Ia bersedia ikut tes usap tersebut jika sudah siap.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solok, Syaiful mengatakan tes usap tersebut merupakan tindak lanjut pencegahan penularan virus corona di Pasar Raya Solok dan sekitarnya.

"Apalagi pada Sabtu (20/6) seorang pedagang positif terinfeksi dan telah tercatat menjadi pasien kedua positif COVID-19 Kota Solok," katanya.

Dari rencana semula, tes usap akan dilakukan pada 200 sampai dengan 250 orang pedagang. Namun dalam pelaksanaannya, tim hanya mampu mengambil sebanyak sampel 71 pedagang.

Menurutnya, tidak terlaksananya tes usap sesuai yang direncanakan itu, disebabkan oleh kurang kooperatifnya pedagang yang ada.

"Banyak para pedagang itu menolak untuk melaksanakan tes usap, kecuali 71 orang yang bersedia tersebut," ujarnya.

Ia menyampaikan, terkait dengan perkembangan penanganan COVID-19 di Kota Solok, pada hari ini tercatat terjadi penambahan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit (PPT) sebanyak tujuh orang.

Dengan demikian total akumulasi PPT sampai hari ini yaitu 1.889 orang. Yang telah selesai pemantauan sebanyak 1.824 orang dan yang sedang dalam pemantauan sebanyak 65 orang.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) tidak terjadi penambahan, dengan demikian total ODP sebanyak 147 orang, yang telah selesai pemantauannya sebanyak 142 orang, dan ODP yang masih dipantau lima orang.

Untuk pasien dalam pemantauan (PDP) berjumlah tujuh orang dan dinyatakan negatif setelah dilakukan tes usap

Pihaknya mengimbau ke masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani aktifitas sehari-hari, menjaga jarak, dan memakai masker ketika di luar. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, Kesehatan, Sumatera Barat, Solok

Loading...
www www