Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Puluhan Geng Motor Bersenjata Golok Serang Laskar FPI saat Pasang Spanduk Habib Rizieq
Hukum
17 jam yang lalu
Puluhan Geng Motor Bersenjata Golok Serang Laskar FPI saat Pasang Spanduk Habib Rizieq
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
GoNews Group
11 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Dokter Andhika Berpulang setelah Positif Covid, PMRJ: Riau Kehilangan Putra Terbaik
GoNews Group
20 jam yang lalu
Dokter Andhika Berpulang setelah Positif Covid, PMRJ: Riau Kehilangan Putra Terbaik
4
PDI Perjuangan Bantah Ikut Koalisi Poros Baru di Pilgub Sumbar
Politik
22 jam yang lalu
PDI Perjuangan Bantah Ikut Koalisi Poros Baru di Pilgub Sumbar
5
Gubernur Sumbar: Lulusan PT Jadi Pengangguran Jika tak Berkualitas
Pendidikan
22 jam yang lalu
Gubernur Sumbar: Lulusan PT Jadi Pengangguran Jika tak Berkualitas
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ratusan Ribu PMI Kembali ke Indonesia, Angka Pengangguran Kian Mengerikan

Ratusan Ribu PMI Kembali ke Indonesia, Angka Pengangguran Kian Mengerikan
Ilustrasi PMI. (Istimewa)
Senin, 22 Juni 2020 14:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ratusan ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Negara-negara Eropa dengan berbagai kondisi dan alasan terpaksa harus kembali ke Indonesia.

Kepulangan para pekerja migran Indonesia itu, harus benar-benar diperhatikan pemerintah, jika tidak, maka angka pengangguran di tanah air akan semakin mengerikan.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani merespon pernyataan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang mengatakan 144.327 PMI telah kembali ke Indonesia. Kemudian menurut Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), 103 ribu diantaranya telah berada di kampung halamannya masing-masing.

Untuk itu, Politisi PKS ini meminta pemerintah memikirkan nasib para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang sebagai imbas pandemi Covid-19. "Pemerintah harus memiliki solusi untuk Pekerja Migran Indonesia yang terpaksa pulang. Sebagian besar dari mereka selama ini menjadi tulang punggung keluarganya di kampung. Jika mereka tidak bekerja, maka pasti berdampak pada ekonomi keluarga dan secara kesuluruhan akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran di Indonesia," ungkap Netty kepada GoNews.co, Senin (22/6/2020) di Jakarta.

Kondisi ini kata Dia, juga dikwatirkan akan menurunkan tingkat belanja dan konsumsi masyarakat dan berimplikasi pada buruknya angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Harus ada upaya terobosan penyediaan lapangan kerja untuk menyerap potensi mereka. Jika tidak, angka pengangguran semakin tinggi dan berpotensi menjadi masalah tersendiri di daerah. Di dapil saya, Cirebon dan Indramayu, kondisi ini dikeluhkan para pejabat dinas tenaga kerja," katanya

"Pemerintah juga harus memperluas perlindungan sosial dan kesehatan para pekerja migran. Info yang saya terima, tidak sedikit mereka yang pulang dalam keadaan positif Covid-19. Apakah perangkat kesehatan di daerah sudah disiapkan untuk menangani hal tersebut?" pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, sebanyak 144.327 pekerja migran Indonesia telah kembali ke Tanah Air selama pandemi corona (Covid-19). Pihaknya mencatat sebanyak 103 ribu orang telah dikembalikan ke kampung halamannya.

"Dari catatan kami, 144.327 PMI pulang ke Indonesia. Dan yang sudah kembali ke kampung halaman telah mencapai lebih dari 103 ribu orang. Artinya, masih ada sekitar 41 ribu lagi yang harus kita layani yang harus kita urus agar mereka juga mendapatkan pelayanan terbaik," ujar Benny.***


Loading...
www www