Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
16 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
16 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
20 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
16 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
16 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
12 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Internasional

Pemerintah Inggris Kirim Daging Babi ke Rumah Keluarga Muslim Selama Pandemi Corona

Pemerintah Inggris Kirim Daging Babi ke Rumah Keluarga Muslim Selama Pandemi Corona
Ilustrasi. (republika.co.id)
Jum'at, 19 Juni 2020 10:39 WIB
LONDON - Pemerintah Inggris mengirimkan makanan berbahan daging babi kepada keluarga-keluarga Muslim selama pandemi virus corona.

Dikutip dari Republika.co.id, produk-produk dengan nilai kontrak sebesar 104 juta poundsterling itu dijalankan oleh perusahaan swasta.  Bakso kaleng dan pay ayam Fray Bentos, termasuk dalam paket yang dikirim untuk orang-orang yang tak bisa keluar rumah karena virus corona. Termasuk bagi komunitas Muslim, Sikh dan Yahudi, yang kebanyakan hanya mengonsumsi daging yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan agama mereka. 

Politisi dari partai Buruh, Imran Hussain mengkritik pengiriman paket-paket itu ke keluarga Muslim. Ia mengatakan, konstituennya menjadi yang paling rentan. Menurut Imran mereka harus memilih antara makanan dan keyakinan agama atau etika mereka.

''Saya ingin penjelasan, bahwa ini tak bisa diterima dan sangat tak sensitif bagi komunitas agama kita. Dikirimkan produk-produk ini bukan hanya tak peka secara budaya dan moral, memaksa orang dalam posisi paling rentan memilih antara mengkompromikan keyakinan agama yang dianut dengan makanan, tetapi juga bentuk lain dari rasisme struktural dan yang dilembagakan dalam masyarakat, di mana pandangan minoritas tak dianggap sama sekali atau tak cukup signifikan untuk intervensi,'' kata Hussein seperti dilansir The Guardian pada Jumat (19/6). 

Makanan itu dikirim pada orang-orang yang dianggap sangat rentan secara klinis karena kondisi kesehatan. Orang-orang itu tak bisa meninggalkan rumah dan tak dapat mengandalkan bantuan keluarga ataupun teman.

Ada lebih dari 3 juta kotak makanan atau 290 ribu makanan dalam sepekan telah dikirim Pemerintah Inggris berdasarkan kontrak dengan Pedagang Besar Brakes and Bidfood yang telah dimulai akhir Maret. 

Produk lain dalam paket tersebut yakni kopi, teh, biskuit, sereal, buah, kentang, pasta, saus pasta, ikan kaleng dan sayuran kaleng. Produk daging terdiri dari empat atau lima kaleng, atau porsi signifikan dari makanan mingguan seseorang.

Hussain diberitahu tentang masalah ini ketika sebuah kelompok masyarakat di daerah pemilihannya di Bradford East mengamati lusinan kaleng produk daging yang belum dibuka pekan ini. 

Sementara itu Komunitas Sosial Bradford Moor Pass mengatakan mereka mengumpulkan lebih dari 40 kaleng daging dalam satu hari. Warga tak ingin mengeluh atau  tidak berterima kasih, tetapi juga tidak ingin barang-barang itu menjadi sia-sia.

Perwakilan Bradford Moor Pass mengatakan pihaknya menghubungi Bidfood yang mengirim kotak-kotak itu. Bradford Moor Pass pun memperoleh informasi bahwa produk makanan itu sama semua dan tak ada alternatif vegetarian atau makanan halal. 

Sementara pihak Bidfood menyatakan tugasnya hanya  mengepak dan mengirimkan kotak-kotak. Sementara terkait isi paket merupakan kewenangan pemerintah. Bidfood adalah salah satu pedagang grosir makanan terbesar di Inggris. Ia mendapat kontrak pemerintah senilai 104 juta poundsterling pada Maret bersama dengan distributor lainnya, yakni Rem.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Umum, Internasional

Loading...
www www