Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
20 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
8 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
23 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
22 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
5
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
GoNews Group
23 jam yang lalu
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
6
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
Home  /  Berita  /  Solok

Masyarakat Kawasan Saribu Rumah Gadang Keluhkan Kayu untuk Revitalisasi Rumah Gadang tidak Sesuai Kriteria

Masyarakat Kawasan Saribu Rumah Gadang Keluhkan Kayu untuk Revitalisasi Rumah Gadang tidak Sesuai Kriteria
Jum'at, 19 Juni 2020 17:33 WIB
PADANG ARO - Masyarakat di Kawasan SaribuRumah Gadang, Nagari KotoBaru, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengeluhkan jenis kayu yang digunakan untuk revitalisasi rumah gadangkarena tidak sesuai dengan spesifikasi atau kriteria.

"Pemilik rumah gadang yang direvitalisasi mengeluhkan kayu yang digunakan karena tidak sesuai dengan kriteria. Dalam pembuatan rumah gadang tidak bisa sembarangan kayu yang dipakai tapi ada kriterianya," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna, di Padang Aro, Jumat.

Menurutnya kayu yang digunakan untuk membangun rumah gadang merupakan kayu pilihan sehingga bisa bertahan dalam waktu lama.

Jenis kayu yang digunakan dalam membuat rumah gadang, sebutnya seperti jua, banio, timbalun, kruning, kuranji, kompe, meranti, surian, marsawa dan bayua.

Pihak nagari maupun Kerapatan Adat Nagari (KAN) serta masyarakat sudah menawarkan tempat pembelian kayu di daerah lain yang sesuai spesifikasi kepada rekanan tetapi tidak ditanggapi, sebutnya.

"Sebaiknya dilakukan pertemuan antara balai, PPK rekanan dan pemkab serta tokoh adat secepatnya agar pengerjaan revitalisasi bisa cepat selesai dan sesuai keinginan," katanya.

Wali Nagari Koto Baru Ahmad Julaini mengatakan pihaknya sudah mengingatkan rekanan terkait penggunaan kayu dalam revitalisasi rumah gadang tetapi kurang ditanggapi.

"Kami tidak memiliki kewenangan apapun di sini sehingga hanya bisa mengingatkan saja sebab banyak keluhan dari masyarakat," ujarnya.

Sebaiknya, katanya pihak provinsi melakukan pengecekan langsung ke lapangan sebab pemkab dan nagari tidak memiliki kewenangan apapun.

Dia mengatakan hampir seluruh rumah gadang yang direvitalisasi menggunakan kayu yang tidak sesuai kriteria yang ditentukan.

"Saya juga tidak tahu kayu apa yang digunakan tetapi tidak sesuai kriteria," katanya.

Sementara itu pihak rekanan saat dihubungi belum memberikan tanggapan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Umum, Sumatera Barat, Solok

wwwwww