Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
17 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
16 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
16 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
24 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
24 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
GoNews Group
17 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Agar Tak Bergantung Impor, MPR Desak Pemerintah Tingkatkan Produk Pangan Dalam Negeri

Agar Tak Bergantung Impor, MPR Desak Pemerintah Tingkatkan Produk Pangan Dalam Negeri
Ilustrasi Impor daging. (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 13:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan, saat ini setidaknya ada tiga bahan pangan yang masih tergantung pada luar negeri.

Ketiga bahan pangan tersebut, yakni gula, daging sapi, dan bawang putih. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tetap dapat terjaga hingga Desember 2020, ketigha bahan pangan tersebut saat ini masih perlu impor.

Untuk itu kata Bamsoet, sapaan akrabnya mendorong pemerintah agar dalam melakukan impor ketiga bahan pangan tersebut, tetap memperhatikan kepentingan petani dan peternak dalam negeri agar tidak merugi.

"Pemerintah harus berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri, khususnya petani tebu untuk produksi gula, peternak sapi untuk produk daging sapi, dan petani bawang untuk produksi bawang putih, agar ke depannya Indonesia dapat mengurangi dan bahkan tidak bergantung sepenuhnya lagi pada impor," ujarnya, Jumat (19/6/2020).

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu juga meminta, agar emerintah dapat memproyeksikan hasil produksi pangan dalam negeri. Hal ini kata Dia, supaya kebutuhan pangan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masyarakat dan impor yang dilakukan hanya benar-benar jika dibutuhan saja.

"Terakhir, Pemerintah hendaknya mengevaluasi dan mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan pangan masyarakat, dan berkomitmen fokus untuk mensejahterakan petani dan peternak dalam negeri," pungkasnya.***


Loading...
www www