Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
2
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
16 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
3
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi
4
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
20 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Home  /  Berita  /  Politik

BGD Kecam Penangkapan Ismail yang Posting Guyonan Gus Dur Soal Tiga Polisi Jujur

BGD Kecam Penangkapan Ismail yang Posting Guyonan Gus Dur Soal Tiga Polisi Jujur
Unggahan Ismail di Akun Facebooknya.(Istimewa)
Kamis, 18 Juni 2020 18:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Barisan Kader Gus Dur (BGD) mengecam keras penangkapan Ismail Ahmad oleh Polisi di Maluku.

Terlebih lagi, Ismail Ahmad ditangkap hanya karena unggah guyonan Gus Dur soal Polisi yang jujur hanya ada tiga, yakni patung polisi, polisi tidur dan Jenderal Hoegeng.

"Kami mengecam keras tindakan Kepolisian Kepuluan Sula yang memproses saudara Ismail Ahmad hanya karena menyitir joke/guyonan Alfmagfurllah Gus Dur dalam media sosial Facebook," ujar Ketua DPP Barisan Kader Gus Dur, Priyo Sambadha, Kamis (18/6/2020) di Jakarta.

Atas tindakan polisi tersebut kata Dia, nyata-nyata telah mencederai nilai demokrasi dalam hal kebebasan rakyat dalam menyatakan pendapat.

"Apalagi yang bersangkutan hanya sekadar menyitir atau mengutip ucapan Almagfurllah Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid sebagai bentuk halus kritik yang membangun dan menyehatkan. Proses hukum yang bersangkutan sungguh tidak bisa diterima akal sehat," tegasnya.

Jika kasus Ismail Ahmad tersebut sampai ke ranah pidana, para kader Gus Dur katanya, akan sekuat tenaga mendampingi dan membela yang bersangkutan termasuk dalam proses legal formal.

"Kami minta, Bapak Kapolri dapat memberikan pemahaman tentang demokrasi kepada para bawahannya. Terutama para penanggung jawab keamanan wilayah. Sehingga Polri mampu berfungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam alam demokrasi," urainya.

Dirinya juga berharap, Kapolres Kepulauan Sula segera dicopot karena yang bersangkutan dianggap teleh mencederai proses demokratisasi di tanah air dan sewenang-wenang dalam mrnggunakan jabatan.

"Perlu kami ingatkan kembali, KH Abdurrahman Wahid telah berjasa sangat besar terhadap perkembangan institusi Polri, antara lain dengan memisahkan Polri dari TNI. Sehingga Polri mampu lebih mandiri dan fokus terhadap tupoksinya yaitu keamanan negeri," tandasnya.***


wwwwww