Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
15 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
15 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
19 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
15 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
15 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
11 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Tidak Ada Lagi Sekolah Unggul di Sumbar karena Sistem Zonasi

Tidak Ada Lagi Sekolah Unggul di Sumbar karena Sistem Zonasi
Rabu, 17 Juni 2020 22:19 WIB
PADANG - Sistem zonasi murni yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 membuat kualitas sekolah di provinsi itu merata sehingga tidak ada lagi sekolah unggulan.

"Meski berat untuk menerima, tetapi Pemprov Sumbar tetap mengikuti arahan pemerintah pusat. Tidak ada lagi sekolah unggul," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri di Padang, Rabu (17/6/2020).

Namun, ia menegaskan, tidak ada sekolah unggul itu bisa pula diartikan seluruh sekolah memiliki kualitas yang sama. Dengan demikian secara rata-rata diharapkan kemampuan lulusan SMA sederajat di Sumbar juga akan semakin baik kualitasnya.

Untuk menciptakan hal itu, potensi sekolah dan guru-guru pengajar benar-benar akan dipetakan. Guru yang memiliki kualitas baik akan disebar, tidak ditumpuk pada satu sekolah saja meskipun akan tetap ada berbagai pertimbangan untuk eksekusinya.

"Guru yang sudah berdomisili, punya rumah dan keluarga di Padang tentu akan jadi pertimbangan untuk tidak akan dikirim ke luar daerah demi pemerataan. Itu akan membuat permasalahan baru," katanya.

Namun, menurutnya, klasifikasi unggul itu tidak dihilangkan begitu saja. Meski tidak lagi sekolah unggul, tetapi diubah konsepnya menjadi kelas unggul. Pada masing-masing sekolah dimungkinkan adanya kelas unggul dan siswa bisa berkompetisi untuk masuk kelas tersebut.

"Dengan itu tetap ada tantangan bagi siswa untuk bersaing jadi yang terbaik," katanya.

Menurutnya, jika di sekolah tidak ada tantangan maka prestasi anak juga tidak terpacu. Dengan adanya kelas unggul, maka siswa merasa punya tantangan meningkatkan prestasi di sekolah.

"Jadi mulai sekarang kita tidak memiliki sekolah unggul lagi. Sekolah-sekolah yang selama ini dianggap unggul, seperti SMA 1 dan SMA 2 Padang, sekarang tidak lagi menyandang predikat itu. Siswanya akan tetap diisi oleh anak-anak sekitar sekolah," katanya.

Sementara itu terkait protokol kesehatan COVID-19, Dinas Pendidikan Sumbar memastikan sekolah akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat dalam pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM).

"Jika memang hanya zona hijau yang bisa PBM tatap muka, Pemprov Sumbar akan tegaskan seperti apa kriteria zona hijau itu agar tidak rancu," katanya.

Meski demikian secara umum Dinas Pendidikan sudah mendapatkan arahan terkait protokol kesehatan COVID-19 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diantaranya, jumlah siswa tidak boleh lebih dari 15 orang di kelas. Harus pakai masker, cuci tangan dan tidak banyak waktu pertemuan.

Pendaftaran PPDB SMA dan SMK tahun 2020 di Sumbar dilaksanakan secara daring melalui website https://ppdbsumbar2020.id.

Untuk pendaftaran SMK dilakukan dua tahap. Pertama untuk tes minat dan bakat dimulai sejak tanggal 10 hingga 18 Juni 2020. Setelah itu dilanjutkan dengan pendaftaran seleksi tanggal 22 hingga 25 Juni. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Pendidikan, Sumatera Barat

Loading...
www www